POJOKSATU.id - Saat mengadakan suatu acara, masyarakat biasanya masih disibukkan dengan berbagai permasalahan yang belum terselesaikan.
Oleh karena itu umumnya masyarakat Jakarta enggan bersusah payah menyediakan bahan pangan untuk dikonsumsi. Agar acara dapat berjalan tanpa gangguan, konsumsi makanan umumnya dipesan yaitu Nasi Tumpeng karena alasan pertimbangan waktu dan tenaga.
Nasi Tumpeng Menggugah Selera
Tumpeng merupakan makanan khas Indonesia. Hidangan ini sering kita jumpai di berbagai acara baik itu acara syukuran, peresmian kantor bahkan perayaan hari besar seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tumpeng terkenal dengan berbagai pilihan lauk dan sayuran yang disajikan di sekitar nasi kuning tumpeng. Bahan utama yang digunakan untuk membuat tumpeng adalah nasi yang dimasak dengan santan dan kunyit.
Tak hanya lauk pauknya yang tertata rapi, sayuran pun turut menghiasi sajian tumpeng. Memiliki bentuk yang unik dan kreasi yang banyak, sering diadakan lomba-lomba menghias tumpeng dengan berbagai tema. Apakah Anda ingin membuat nasi tumpeng, berikut ini cara membuat nasi tumpeng jakarta:
Resep Cara Membuat Nasi Tumpeng
Kelihatannya ribet, masih banyak yang menganggap membuat nasi tumpeng itu sulit. Sebenarnya tidak juga, coba ikuti resep membuat nasi tumpeng dan cara membuatnya mudah dan enak seperti di bawah ini:
Bahan:
1000 gram beras
250 gram ketan
1500 ml santan
2 lembar daun salam
2 batang serai
10 gram kunyit bubuk
7 siung bawang putih
2 sdt garam
Bahan Tambahan:
Tempe goreng
Ayam goreng
Mie goreng
Telur rebus
Bumbu kacang
Daging rendang
Kue jagung goreng
Timun
Tomat
Cara Membuat Nasi Tumpeng
1. Tumis bawang putih cincang halus, tambahkan daun salam dan serai. Setelah harum masukkan santan, kunyit bubuk dan garam. Aduk hingga mendidih.
2. Setelah mendidih masukkan beras yang sudah dicuci dan ketan, rendam selama 30 menit (buang air rendamannya).
3. Masak nasi sebentar, lalu pindahkan ke dalam kukusan yang sudah dipanaskan, masak hingga matang.
4. Cetak nasi dengan cetakan tumpeng.
5. Hiasi tumpeng dengan timun, tomat, dan daun pisang, lalu tambahkan lauk pauknya.
Nasi Tumpeng Wilayah Cirebon
Warga Jakarta disebut-sebut sebagai orang sibuk. Setiap hari rutinitasnya hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Jika rutinitasnya seperti itu, mereka pasti tidak akan bisa meluangkan waktu untuk membuat makanan sendiri.
Seringkali ketika sebuah hajatan diadakan, mereka kebingungan menyiapkan nasi tumpeng yang menjadi menu wajib saat hajatan tiba.
Tak mungkin mereka membuatnya sendiri, sehingga sebagai solusinya mereka memesan tumpeng pada perusahaan katering yang banyak menjamur di Jakarta.
Begitu pula dengan mereka yang tinggal di wilayah Jakarta juga akan lebih memilih memesan nasi tumpeng Jakarta dibandingkan harus membuatnya sendiri. Memesan nasi tumpeng di Cirebon memang mudah, namun hanya sedikit yang bisa menyajikan nasi tumpeng yang rasanya enak.
Sebagai bagian dari ibu kota, kawasan Cirebon selalu ramai dengan berbagai aktivitas dan acara. Bagi Anda yang berdomisili di Jakarta, tidak ada salahnya memesan nasi tumpeng katering untuk mudah dikonsumsi pada acara-acara tertentu.
Tumpeng sendiri dikenal sebagai masakan khas Indonesia yang sesuai dengan selera sebagian besar masyarakat Indonesia.
Arti Lauk Pauk Dalam Tumpeng
Tak hanya namanya yang sarat makna, lauk tumpeng yang biasanya terdiri dari tujuh jenis makanan ini juga memiliki arti tersendiri.
Biasanya nasi tumpeng ada tujuh lauknya, kata Ari, karena dalam bahasa Jawa tujuh itu 'pitu'. Pitu merupakan singkatan dari 'pitulungan' atau pertolongan.
Lauk pauk ini juga merupakan representasi dari sumber daya alam khususnya hasil pertanian. Lauk pauk nasi tumpeng biasanya terdiri dari apa saja yang terdapat di laut, darat, dan udara. Rasanya bervariasi, ada yang asam, manis, dan pahit.
Keberagaman rasa mewakili kehidupan di dunia yang terkadang terasa asam, manis, dan pahit. Tak hanya itu, warna nasi kuning atau putih pada tumpeng juga memiliki makna tersendiri.
Menurut Ari, kuning merupakan warna emas yang melambangkan keagungan keagungan. Sedangkan warna putih telah lama dikenal sebagai simbol kesucian.
1. Nasi ini lambangkan suatu makanan pokok yang bersih dan halal
2. Ayam (jantan atau ayam jago) artinya menjauhi hal-hal buruk yang melekat pada ayam jago, berpura-pura baik, sombong selalu menyela pembicaraan, dan merasa terlalu percaya diri.
3. Ikan lele merupakan simbol ketahanan meski hidup di air tergenang dan ulet dalam mengatasi setiap permasalahan
4. Ikan teri melambangkan komunitas atau kebersamaan
5. Telur rebus yang dipegang dengan cangkangnya melambangkan bahwa manusia diciptakan dengan sifat yang sama.
6. Sayur urap terdiri dari kangkung, kangkung, tauge, dan bumbu urap. Setiap sayuran juga mempunyai arti yang berbeda-beda. Kangkung artinya jinangkung atau pelindung, bayam artinya tenang, tauge artinya tumbuh, kacang panjang melambangkan pemikiran jauh ke depan.
7. Bawang merah artinya Hidup dengan pertimbangan matang dan urapan artinya hidup atau mampu menafkahi keluarga. Cabai merah bukan sekedar hiasan, tapi bermakna agar kita bisa menjadi penerang bagi orang-orang di sekitar kita
Demikian ulasan dari saya tentang jenis- jenis dan cara membuat Nasi Tumpeng seperti yang dikutip laman ostrovgrad.org semoga bermanfaat.



