POJOKSATU.id - Pada tanggal 22 Desember 2023, terjadi serangkaian peringatan dan perayaan yang menarik di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, selain menjadi Hari Ibu yang diperingati sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh para ibu di tanah air, Amerika Serikat juga menetapkan peringatan khusus pada hari yang sama.
Seiring dengan perayaan Hari Ibu di Indonesia, di Amerika Serikat, tanggal ini diangkat sebagai Hari Orang Bertubuh Pendek.
Peringatan Hari Orang Bertubuh Pendek di Amerika Serikat bertujuan untuk memberikan dukungan kepada individu yang mungkin menghadapi diskriminasi atau stereotip karena tinggi tubuh mereka yang dianggap kurang memadai.
Baca Juga: Peringatan Hari Ibu, Kota Bandung Targetkan Semakin Ramah Perempuan dan Anak
Hal ini muncul karena seringkali, orang dengan tinggi tubuh yang lebih pendek dapat merasakan perlakuan tidak adil atau pandangan sebelah mata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pekerjaan.
Sementara di Indonesia, Hari Ibu memiliki makna yang mendalam sebagai penghormatan terhadap peran besar para ibu dalam membangun keluarga dan masyarakat.
Perayaan ini dipilih pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya, yang berkaitan dengan sejarah Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928.
Keputusan ini diambil melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.
Selama Hari Ibu di Indonesia, tradisi merayakan kehadiran ibu melibatkan berbagai kegiatan, seperti memberikan hadiah, mengajak jalan-jalan, atau bahkan memberikan waktu me time bagi ibu rumah tangga.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Hadiah Hari Natal untuk Pacar, Dijamin Bikin Bahagia!
Namun, di tengah perayaan ini, perlu juga diingat bahwa pandangan mengenai tinggi tubuh seseorang bersifat relatif.
Hal ini tercermin dari peringatan di Amerika Serikat, di mana definisi tinggi pendek seseorang dapat berbeda-beda tergantung pada konteks budaya dan geografis.
Ketika kita mengeksplorasi peringatan dan perayaan pada tanggal 22 Desember 2023, kita dapat melihat bahwa meskipun perbedaan geografis dan budaya, ada kesamaan dalam upaya menghargai dan mendukung kelompok tertentu dalam masyarakat,
Baik itu para ibu di Indonesia atau individu dengan tinggi tubuh yang lebih pendek di Amerika Serikat.***



