POJOKSATU.ID - Sarung tenun merupakan sarung khas masyarakat Buton, dalam proses pembuatanya sarung tenun menggunakan alat Tapua, yakni alat konvensional.

Tapua, sampai sekarang masih digunakan oleh masyarakat Buton. Pasalnya, alat ini adalah warisan leluhur yang selalu dijaga dan dilestarikan.

Tapua yang terbuat dari kayu dengan rancangan yang khas, digunakan sebagai pintalan benang-benang yang telah diatur sedemikian rupa kemudian ditenun dengan menggunakan beberapa alat pendukung.

Baca Juga: Kece Tanpa Ribet, Simak 10 Tips OOTD untuk Tampil Stylish di Kampus

Dikutip dari laman Dispar Sultra.go.id, oleh Pojoksatu.id, Jumat (8/12/2023). Salah satu Pembuat sarung tenun khas Buton, Wa Poo mengatakan, alat konvensional yang digunakan ini fungsinya untuk membuat tenun.

“Selain tapua, ada beberapa alat lainnya yaitu dopi, sulempanata, kantaburi, liwuo, pando-pando, balida, kakuti, jangka tubo, talikundo, tudakana balida, dan kusoli,” ungkapnya.

"Semua alat tersebut digunakan saat menenun," tambah Wa Poo.

Baca Juga: Rekomendasi Pernak-Pernik Perayaan Natal, Rumah Jadi Indah Berkesan

Beberapa jenis sarung Buton yang populer, antara lain:

1. Bancana Kalukku

Berasal dari Bahasa Wolio yang dalam bahasa Indonesia berarti bakal buah kelapa. Adapun warna dasar dari sarung jenis ini adalah kuning, hijau dan putih.

2. Kambana Paratukala

Sarung jenis ini ditandai dengan pola warna menyerupai bunga labu dengan warna dasar kuning, putih dan jingga.

Baca Juga: 3 Cara Tingkatkan Kualitas Karier di Tahun 2024

3. Katamba Gawu

Jenis sarung ini menampilkan pola bergaya etnis yang khas dengan warna-warna cerah dan kuat. Motif sarung jenis ini terinspirasi oleh langit yang berwarna biru cerah dengan warna dasar biru dan putih.

Melalui keindahan dan keunikan sarung Buton yang dihasilkan melalui tenunan menggunakan tapua, tradisi warisan leluhur tetap hidup dan terus dihargai.