POJOKSATU.id — Hari Guru Nasional yang bertepatan dengan tanggal 25 November setiap tahunnya, bisa kita rayakan dengan membaca puisi untuk guru inspiratif, seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Hari Guru Nasional, perayaan ini seakan menghentikan waktu untuk mengenang pahlawan tanpa tanda jasa dengan membacakan sebuah puisi guru.

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa, adalah garda terdepan dalam pertempuran pengetahuan.

Mari kita menggali ke dalam makna perasaan ini melalui 7 puisi tentang pahlawan tanpa tanda jasa sebagai ucapan rasa terima kasih sekaligus merayakan Hari Guru Nasional.

Baca Juga: 40 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional yang Berkesan dan Menyentuh Hati, Cocok Kamu Berikan untuk Wali Kelas dan Guru Tersayang

1. Pesan Untuk Guruku
Karya: Lisa Ardhian Widhia Sari

Dalam lirih keluh di bibirku
Aku benar tak maksud membencimu, wahai guruku
Ego kami masih bangkitkan ragu
Kesal dan bosan terus menipu, hati ini larut membisu

Di relung terdalam, aku juga pernah sadar
Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar
Mengalirkan bakti tanpa ingkar
Demi negeri agar tidak buyar

Guruku
Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka
Engkau adalah pelita terang, saat kau mampu berkelana
Merangkul seluruh siswa tanpa pilah cinta
Bercengkerama bak sohib dan tetap beretika.

Terima kasih kuucapkan
Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan
Si petutur ilmu dari guratan awan
Penuh kasih nan tulus selalu kau berikan

Guruku
Kau adalah jingga, sosok inspiratif dalam senja
Kau selayaknya surya, penerang untuk generasi bangsa
Dan kau ibarat gerimis kiranya
Yang nanti menangis melihat kami sukses dengan bangga.

Baca Juga: Menyambut Hari Guru Nasional Senandungkan Lagu Hymne Guru dengan Lirik Terbaru!

2. Tombak Keberhasilanku
Judul: Amanda Nurdhana D

Pena menari di atas kertasku
Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan
Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan
Menuntunku menuju jalan kesuksesan

Walau letih terlihat di wajahmu tak menghapus semangatmu
Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku
Mengajariku hal-hal baru
Dengan sabar kau membimbingku

Walau sikap nakalku terkadang mengganggumu
Sungguh besar pengabdianmu
Untuk mencerdaskan generasi mudamu
Terima kasih kuucapkan untukmu

Guru ku
Kau adalah orang tua keduaku
Kan kukenang selalu jasamu
Sekali lagi kuucapkan terima kasih untukmu

Semoga selalu bahagia hidupmu
Kebaikan akan selalu menyertaimu.

3. Judul: Guruku Pelitaku
Karya: Dilla Hardina Agustiani

Kau pelita penuntun jalan hidup kami
Mengajak arungi samudra ilmu yang abadi
Berikan bekal tuk hadapi masa depan yang belum pasti

Dengan ikhlas dan semangat tanpa henti
Kau cahya yang tak pernah redup
Kau sungai yang terus mengalir
Kau tanah yang tak pernah tandus
Memberi berjuta manfaat tak habis-habishabis-habis

Cinta dan abdimu begitu besar
Demi cerdaskan anak bangsa dengan sabar
Rintangan mungkin banyak menghadang
Namun semangatmu takkan pernah lekang

Baca Juga: Hari Guru Nasional 2023: Pedoman Upacara, Logo dan Tema Resmi oleh Kemdikbud

4. Guruku yang hebat
Karya: Moh Adhuri Ali Syaban

Bagaimana tidak hebat
Rutinitas pagi harus serba hemat
Bangun tepat
Mandi cepat
Sarapan kalo sempat

Guruku hebat
Jam 05.00 sudah wangi
Menjemput sang pelangi
Mengantarkannya meraih mimpi
Demi ibu pertiwi

Guruku hebat
Bertahun tahun menahan diri
Dari keinginan hati
Dari nafsu yang menghampiri
Walau kadang makan hati

Guruku hebat
Bagimana tidak hebat
Tiap hari menopang martabat
Walau kadang tak bersahabat
Namun tetap kuat

Guruku tetap hebat…
Dalam kekurangan tetap bertahan
Dalam kesederhanaan tetap diam
Dalam kesuksesan tetap sopan
Dalam kemakmuran tetap tenang

Guruku memang hebat
Meski bukan konglomerat
Namun tak melarat
Meski bukan bangsawan
Namun tetap menawan

Guruku hebat
Mendidik anak negeri sepenuh hati
Mengajarkan budi pekerti
Agar menjadi insan yang bernurani
Tanpa harus menyakiti

Guruku tetap yang hebat
Gaji kecil tak sakit hati
Gaji cukup tak sombong diri
Meski banyak yang sakit hati
Karna guru dapat sertifikasi

Guruku memang hebat
Karena sertifikasi dituntut kompetensi
Kalau tak mau diamputasi
Oleh penguasa negeri yang “katanya” baik hati

Guruku memang hebat
Meski mutasi dan gandanya kompetensi mengancam diri
Tak menjadikannya patah hati
Mengabdikan diri untuk negeri
Sambil menunggu panggilan Surgawi.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk PNS dan PPPK! Tunjangan Profesi Guru akan Naik pada 2024, Segini Kisarannya

5. . Terima Kasih Guru
Karya: Chairil Anwar

Terima kasih, guru
Untuk teladan yang telah kau berikan
Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan
Dan merefleksikan itu semua pada karakter pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu
Pintar, menarik, dan gemesin
Positif, percaya diri, protektif

Aku mau menjadi sepertimu
Berpengetahuan, pemahaman yang dalam
Berpikir dengan hati dan juga kepala
Memberikan kami yang terbaik
Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu
Memberikan waktumu, energi, dan bakatmu
Untuk meyakinkan masa depan yang cerah
Pada kita semua

Terima kasih, guru
Kau telah membimbing kami
Aku mau menjadi sepertimu

6. Guruku, Melati di Ujung Laman
Karya: Adin

Bersamamu rekah yang berketap di puncak malam
Tidak jua ranum di ujung pagi
Namun titis embun masih jua mampu hembuskan harap
Padamu yang masih igaukan fitri

Dalam dekap yang erat di buhul lelap
Langkah kakimu telah pecah di dalam leach
Berkubang segala lantang
Tentang suara yang tak jua pikirkan siang

Bertekak membentuk luka
Bertukak hingga kau tersiksa
Setelah riuh tengkujuh subuh
Kau masih hangat menyeduh tadah

Manis gula di ujung madah
Ada aku diselip dalam ratibmu
Senyummu tetap manis melati di ujung laman
Tingkahmu rentak zapin zaman berzaman
Segalamu adalah pedoman

Baca Juga: Kabar Gembira Guru Lulus Passing Grade 2021, Penempatan 2023 Tinggal Tunggu Pengumuman tapi Tidak Semua

7. Gerbang Masa Depan
Karya:Ni Negah Restari

Aku melangkah Dari lembah yang gelap
Helaan nafas yang terhempas
Untuk menggapai secercah harapan
Terhempas gelombang, berpijak batu karang

Kau datang Tangan halusnya menyentuh
Meraba
Membuai
Memeluk dan berpelukan
Jauh di lubuk hati untuk membimbingku
Menuju gerbang masa depan

Dengan tatanan sikap pengetahuan
Dan ketrampilan yang kau tebar
Aku yang dulu bukan apa-apa
Karena kebodohan
Kini aku mampu berdiri tegak
Menjadi siapa dan siapa

Itulah contoh puisi Hari Guru Nasional 25 November. Semoga menginspirasi, ya.***