POJOKSATU.id - Allah SWT sudah menetapkan jodoh, rezeki dan kematian. Setiap muslim menginginkan mati syahid, yakni meninggal dunia dalam keadaan di jalan Allah SWT.

Mati syahid adalah kematian yang dihadiri oleh para malaikat.

Dalam Islam, orang yang termasuk mati syahid adalah mereka yang mati saat berperang karena memperjuangkan kebenaran.

Ternyata mati syahid bukan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang meninggal saat berperang saja.

Baca Juga: Semua Siswa Terbunuh Syahid, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran 2023/2024 dengan Penuh Penghargaan

Dalam Al-Qur’an, orang yang mati syahid disejajarkan dengan para Nabi dan orang-orang saleh.

Dikutip dari buku Kemuliaan Mati Syahid karya Dr. Ali Syariati, Rasulullah SAW bersabda, ada 5 kematian yang tergolong mati syahid.

1. Orang yang Ikut Berperang
Gelar mati syahid diperoleh untuk orang-orang yang ikut berperang di jalan Allah SWT lalu meninggal di medan perang.

Orang-orang yang mati di medan perang memiliki kemuliaan yang tinggi.

Jenazahnya pun dapat dikubur tanpa harus disalatkan atau dimandikan terlebih dahulu.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda terkait jenazah korban perang Uhud:

لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ - أَوْ كُلَّ دَمٍ - يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengeluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat." (HR. Ahmad 14189 dan dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth)

Baca Juga: Sinopsis Film Kalian Pantas Mati, Teror Dendam Arwah Masker di Sekolah

2. Jihad
Jihad atau meninggal karena membela dan memperjuangkan Islam termasuk ke dalam mati syahid.

Namun, mereka tetap wajib dimandikan, dikafani, disalatkan serta dimakamkan.

Mereka yang termasuk golongan ini antara lain meninggal saat menuntut ilmu, kecelakaan di perjalanan dakwah atau wafat ketika sedang dalam agenda dakwah.

3. Terkena Wabah
Ketiga ialah mereka yang terkena wabah. Meskipun bukan karena perang mereka tetap dianggap mati syahid.

Jenazahnya ditangani sebagaimana umumnya jenazah umat muslim yakni dimandikan dan shalatkan sebelum dimakamkan.

Baca Juga: Panik Lihat Pacarnya Tak Lagi Napas, Gregorius Ronald Tannur Teriak 'Mati', Sambil Kasih Napas Buatan

4. Meninggal Karena Sakit Perut
Orang-orang yang meninggal karena sakit perut juga termasuk golongan orang yang mati syahid.

Dalam kitab Fathul Bari terdapat Bab: obat sakit perut dan terdapat hadits Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alahi wa sallam, beliau bersabda,

"Barang siapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid" (HR. Muslim)

Menurut Imam An-Nawawi, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya, baik karena tenggelam, melahirkan, atau yang lainnya diganjar dengan pahala syahid.

Baca Juga: Ketahuan, Sekjen PDIP dan Adian Napitupulu Pernah Mati-matian Dukung Gibran dan Tepis Politik Dinasti

5. Tenggelam
Terakhir ialah orang-orang yang meninggal karena tenggelam.

Saat mengalami tenggelam, orang tersebut akan merasakan sakit tak tertahankan dan penderitaan sebelum meninggal.

Mereka yang meninggal karena tenggelam di air tergolong mati syahid.

Jika jenazah ditemukan maka harus dimakamkan sesuai syariat Islam yakni dengan dimandikan, dikafani dan disalatkan.

Itulah 5 orang yang termasuk dalam golongan mati syahid.

Meskipun demikian, ada beberapa syarat yang bisa menjadikan orang ini tergolong mati syahid yakni harus dalam keadaan beriman, berada di jalan Allah SWT, dan tidak diperbudak oleh siapa pun baik secara rohani maupun jasmani.***