POJOKSATU.id - AC dan kipas angin adalah dua alat yang dapat membantu saat kita merasa gerah di ruangan dengan suhu panas.

Namun, sebenarnya manakah yang lebih baik bagi kesehatan, AC atau kipas angin untuk penggunaan setiap hari.

AC atau kipas angin memiliki keunggulan dan manfaat yang beragam, namun tetap kuncinya membantu manusia mengatasi hawa panas.

Cuaca panas telah memaksa manusia untuk menggunakan alat pendingin ruangan, seperti AC dan kipas angin. Lalu, apa saja manfaat dan efek buruk dari AC dan kipas angin? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Terkuak Bahaya Risiko Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur yang Jarang Diketahui!

Manfaat dan Efek Buruk AC

Terkait pemanfaatan AC, hingga saat ini belum ada studi ilmiah yang menunjukkan efek AC pada kesehatan.

Akan tetapi, penggunaan AC lebih sering dikaitkan dengan efek rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim, dan kipas angin sering dianggap lebih baik untuk digunakan.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa suhu dari AC dapat meningkatkan pemulihan, terutama dengan memperbaiki tanda-tanda vital, mengurangi kejadian stres jantung, serta membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.

Kendati demikian, efek buruk AC pada kesehatan juga tak dapat dikesampingkan.

AC dapat turut berperan dalam menyebarkan patogen, terutama jika alat pendingin udara ini tidak dilengkapi dengan sistem filtrasi yang efisien.

Baca Juga: Rumah Arsitektur Sarang Lebah, Solusi Dinginkan Rumah Tanpa AC

Manfaat dan Efek Buruk Kipas Angin

Kipas angin juga dapat digunakan untuk mengatasi rasa gerah dan suhu panas. Kipas angin sering dianggap lebih sehat dibandingkan alat pendingin ruangan modern seperti AC.

Karena manfaat kipas angin juga dapat memberikan suhu ruangan menjadi sejuk, sehingga memberikan kenyamanan saat tidur.

Selain itu, bagi sebagian orang suara kipas angin dapat memberikan efek menenangkan, sehingga membantu mereka tertidur lelap.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 40 bayi baru lahir, hasilnya 80 persen bayi tertidur dalam waktu 5 menit setelah terpapar suara kipas angin.

Bahkan, beberapa studi juga menunjukkan bahwa menyalakan kipas angin di malam hari dapat menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

jadi, Lebih baik AC atau kipas angin untuk kesehatan?

Sebenarnya, penggunaan AC atau kipas angin akan sangat tergantung pada kebutuhan Anda.

Baca Juga: Prediksi Pertandingan PSG vs AC Milan Liga Champions 2023/2024

AC dapat menjadi pilihan yang tepat saat cuaca panas. Tidak hanya memberikan angin yang sejuk, AC juga membantu mendinginkan tubuh Anda.

Akan tetapi, penggunaan AC harus diimbangi dengan beberapa hal untuk mencegah efek buruknya.

Seperti dengan mengoleskan losion untuk menjaga kelembapan kulit, minum air putih lebih banyak, dan memastikan AC memiliki daya saring udara yang baik.

Sementara itu, penggunaan kipas angin mungkin kurang efektif selama cuaca sedang panas-panasnya.

Pasalnya, kipas angin hanya meniupkan udara panas pada kulit dan tidak memberikan efek dingin.

Pada cuaca bersuhu di bawah 35 derajat Celsius (°C), kipas angin masih bisa berfungsi dengan baik untuk membantu menyejukkan tubuh Anda.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat. Stay Healthy!***