POJOKSATU.com - Siti Rahmah Fitria atau Fitri Rayendra dan para ibu, siang itu tampak asik membuat sebuah tas rajut yang disebut Chunky Bag atau Korean Crochet Bag yang mulai tren di Bogor.

Bersama dengan para ibu lainnya, istri dari seorang dokter dan dermatology ternama Raendi Rayendra itu, merasa lebih produktif saat mengisi waktu luang dengan membuat Chunky Bag.

Bagi Fitri, merajut Chunky Bag atau Korean Crochet Bag dapat merelaksasikan pikiran. "Kita ngumpul gak cuma sekadar kumpul aja, tapi justru kita bisa menghasilkan karya," ujar Fitri bersama para ibu kreatif lainnya.

Ia bertutur, belakangan penggunaan tas rajut yang disebut Chunky Bag atau Korean Crochet Bag sudah mulai melejit dan tren di banyak kota besar, terutama bagi para ibu.

Baca Juga: Pelajari Cara Kembangkan Bisnis Tas Bersama Eureka, Dijamin Untung Besar!

Korean Crochet Bag atau Chunky Bag memang mulai digandrungi kaum wanita. Bentuk tas rajut yang unik ini sangat mudah dipadupadankan dengan outfit sehari-hari.

Bagi kaum wanita dan para ibu, tas rajut Korean Crochet Bag atau Chunky Bag bisa membuat penampilan mereka berbeda dari yang lain.

Sebagai pelengkap mode, tas rajut Korean Crochet Bag atau Chunky Bag pada umumnya terbuat dari jenis benang rajutan seperti katun, nylon, atau polyester.

"Membuat tas rajut Chunky Bag sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya membutuhkan ketekunan dalam proses pembuatannya," ujar Hera, seorang ibu kreatif yang siang itu menularkan kemampuannya membuat rajutan Chunky Bag kepada Fitri Rayendra dan para ibu lainnya.

Fitri Rayendra pun mengapreasi tas rajut ala Korea yang disebut Korean Crochet Bag atau Chunky Bag ini.

Baca Juga: Menjelajahi Palet Warna Busana 2024/2025: Mengungkap Prediksi Tren Warna Fashion yang Memikat

Ia menyebut tas rajut ini merupakan salah satu contoh tas kerajinan tangan yang memiliki tingkat seni tinggi, dengan motif yang indah dan memiliki daya tahan yang baik.

"Sangat recomended dan ternyata cantik sesuai dengan perkembangan zaman, layak menjadi salah satu produk ekraf," ungkapnya.

Menurut Fitri, Chunky Bag selain bentuknya yang unik, tas rajut ini juga nyaman dipakai sehari-hari.

"Dari pada kita beli, lebih baik kita modal sendiri, terus mencoba ikut belajar cara membuatnya ke Ambu Hera. Kalau sudah bisa, hasilnya bahkan bisa dijual," ungkap Fitri.

Pelengkap gaya yang terbuat dari benang rajut ini sebetulnya telah populer di era 60-an dan 70-an.

Baca Juga: Reimagining Beauty: Tren Makeup 2023-2024 Menerobos Batasan Eksperimen dan Keberagaman!

Namun belakangan ini, tas fesyen bercorak crochet yang dinamakan Chunky Bag itu kembali mendominasi dan menjadi favorit bagi banyak orang, terutama kaum wanita.

Kembalinya tren tas rajut Korean Crochet Bag atau Chunky Bag juga dinilai sebagai peluang bisnis yang menguntungkan dan bisa mendatangkan cuan.

Hera pun mengungkapkan bahwa hobinya itu kini bisa menjadi bisnis yang menjanjikan bagi siapa pun. Ia memperkirakan, modalnya hanya sekitar Rp150 ribuan saja.

"Harganya kalau dijual bisa sekitar Rp350.000, dan bisnis tas rajutan Chunky Bag ini bisa dibilang cukup menjanjikan. Tapi kita juga harus tetap mengikuti tren dan model yang ada,” ujar wanita yang kerap dipanggil Ambu itu.

Baca Juga: 9 Produk Fashion Terbaik untuk Kamu yang Mau Bergaya Kasual

Ambu Hera bertutur, bahan utama dari tas rajut ala Korea hasil buatannya ini adalah chunky yarn, sebuah benang yang empuk dan lembut dengan isian poliester.

Karenanya, Korean Crochet Bag ini dikenal juga dengan sebutan Chunky Bag. "Untuk membuatnya, kita hanya mengandalkan dua tangan. Jadi seperti mengepang rambut," ungkap Ambu Hera.

Hera juga bisa membuat varian tas rajut model sling bag, handbag, atau pun clutch dengan berbagai hiasan dan aksesoris sebagai variasi.

Demi berbagi keterampilan, ia tidak keberatan jika ia diminta untuk mengajari para ibu dimana saja yang ingin mencoba membuat Chunky Bag.

Ia menyebut, tak usah ragu untuk berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0811-1473-237.

"Supaya ibu-ibu dimana pun menjadi kreatif dan produktif. Saya dengan senang hati siap mengajarkan keterampilan ini," ungkapnya. ***