POJOKSATU.ID - Peluncuran iPhone Duo tidak hanya membawa antusiasme baru, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi manajemen tertinggi Apple.

CEO Apple John Ternus kini harus menghadapi ujian berat dalam mengawal komersialisasi ponsel lipat pertama perusahaan tersebut.

Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah menetapkan strategi penjualan di tengah ceruk pasar ponsel lipat yang masih sangat terbatas.

Meskipun terus bertumbuh, pangsa pasar foldable phone secara global saat ini dinilai masih terbilang kecil jika dibandingkan smartphone biasa.

Baca Juga: Akhirnya Resmi Meluncur! iPhone Duo Jadi Ponsel Lipat Pertama Apple yang Dibanderol Rp56 Juta

Kondisi pasar yang masih terbatas tersebut semakin diperberat dengan penetapan harga jual iPhone Duo yang tergolong sangat tinggi.

Banderol harga yang mencapai puluhan juta rupiah berpotensi menjadi hambatan terbesar bagi calon konsumen umum untuk melakukan pembelian.

John Ternus dituntut untuk mampu meyakinkan konsumen bahwa harga tinggi tersebut sepadan dengan nilai inovasi yang ditawarkan.

Analis industri menilai Apple perlu bekerja keras untuk memperluas basis pengguna ponsel lipat di luar lingkaran penggemar fanatiknya.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Resmi Pre-Order, Harga Mulai Rp21 Jutaan dan Ada Banyak Cara Upgrade

Ketepatan strategi pemasaran dan edukasi produk menjadi kunci utama agar iPhone Duo tidak sekadar menjadi produk eksperimen.

Persaingan ketat dari kompetitor lain yang sudah lebih dulu menguasai pasar ponsel lipat juga menjadi ancaman nyata.

CEO Apple dipaksa memutar otak agar inovasi terbarunya ini dapat memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi perusahaan.

Keberhasilan John Ternus dalam mengatasi tantangan ini akan menentukan arah masa depan lini produk inovasi Apple di era mendatang.

Keberanian Apple merilis produk mahal di pasar yang sempit ini bakal menjadi ujian nyata bagi kepemimpinannya.***