POJOKSATU.id - Peta industri smartphone global kembali berubah. Google dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar dengan menghentikan seluruh produksi perangkat Pixel di China mulai 2027.
Rencana tersebut tidak hanya menyangkut smartphone.
Lini perangkat Pixel lainnya, termasuk smartwatch dan earbud, juga disebut akan masuk dalam strategi pemindahan manufaktur.
Baca Juga: Kupas Bawang
Langkah Google ini menunjukkan bahwa China perlahan tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan utama bagi perusahaan teknologi besar untuk memproduksi perangkat elektronik.
Samsung sudah lebih dulu menutup pabrik smartphone terakhirnya di Huizhou pada 2019.
Keputusan tersebut terjadi setelah pangsa pasar Samsung di China mengalami penurunan tajam.
Baca Juga: Hasil 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026: 5 Wakil Indonesia Lolos Perempat Final
Apple pun dalam beberapa tahun terakhir mulai memperbesar produksi iPhone di luar China.
India menjadi salah satu lokasi yang semakin penting dalam rantai manufaktur perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Kini, Google disebut sedang mengikuti arah yang sama.
Vietnam dan India Dipersiapkan
Google sebenarnya sudah mulai mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas produksi di China.
Kapasitas manufaktur Pixel di Vietnam dan India terus diperluas dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, sebagian signifikan perangkat Pixel masih diproduksi di China.
Perubahan besar diperkirakan terjadi setelah Google berhasil mengembangkan sekaligus memproduksi smartphone Pixel di Vietnam pada 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi alasan perusahaan semakin percaya diri untuk memindahkan seluruh produksi Pixel ke luar China.
Baca Juga: Finalis OSN Nasional 2026 Diumumkan, Cek Jadwal dan Daftar Peserta SMA Sederajat
Menariknya, produksi smartphone dianggap jauh lebih rumit dibandingkan perangkat seperti smartwatch dan earbud.
Jika proses manufaktur ponsel dapat dialihkan, Google diyakini memiliki peluang lebih besar untuk memindahkan seluruh lini perangkatnya.
Target Produksi Pixel Ikut Naik
Di tengah perubahan lokasi produksi, Google juga disebut memiliki ambisi meningkatkan pengiriman smartphone Pixel.
Perusahaan diperkirakan mengirimkan sekitar 8 hingga 10 persen lebih banyak Pixel pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Finalis OSN Nasional 2026 Diumumkan, Cek Jadwal dan Daftar Peserta SMA Sederajat
Sebagai gambaran, pengiriman Pixel pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 12 juta unit.
Strategi tersebut menjadi semakin menarik karena industri smartphone saat ini juga menghadapi tekanan harga komponen, terutama cip memori.
Google bahkan disebut menggabungkan kebutuhan cip untuk bisnis cloud computing dengan kebutuhan perangkat Pixel saat melakukan negosiasi dengan tiga produsen memori besar, yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Baca Juga: Perwira Polri Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penipuan Investasi Emas
Langkah tersebut berpotensi memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Google ketika mengamankan pasokan komponen.
Bisa Mengincar Pasar Apple
Perubahan strategi manufaktur ternyata bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian.
Seorang eksekutif anonim dari pemasok komponen Google dan Xiaomi menilai Google berpotensi mengambil sebagian pangsa pasar Apple di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.
Peluang itu dapat semakin terbuka jika Apple benar-benar menaikkan harga iPhone.
Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk akibat Asap Pembakaran Hutan? Lakukan 6 Hal Ini
Dengan posisi Pixel yang terus dikembangkan, peningkatan produksi dan diversifikasi manufaktur bisa menjadi modal penting bagi Google untuk memperluas pasar smartphone premiumnya.
Jika rencana pemindahan produksi berjalan mulus, Google akan menjadi salah satu merek smartphone global yang benar-benar meninggalkan produksi perangkatnya di China.
Namun, perjalanan menuju target tersebut tentu tidak sederhana.
Baca Juga: Ide Hobi untuk Introvert yang Menyenangkan dan Bisa Dilakukan Sendiri
Memindahkan rantai pasok elektronik dalam skala besar membutuhkan kesiapan fasilitas, pemasok komponen, tenaga kerja, hingga kemampuan menjaga kualitas produk.
Bagi Google, 2027 nantinya bisa menjadi tahun penting untuk melihat apakah strategi baru tersebut benar-benar mampu mengubah peta produksi Pixel secara global.
Perpindahan produksi Pixel dari China bukan sekadar soal memindahkan pabrik.
Di baliknya ada perubahan besar dalam peta manufaktur teknologi dunia.
Baca Juga: Mesin Cuci Bukaan Atas vs Bukaan Depan, Mana yang Lebih Efektif? Ini Perbedaannya
Vietnam dan India kini semakin mendapat peran, sementara perusahaan teknologi besar mulai mencari rantai pasok yang lebih beragam.
Persaingan smartphone ke depan bukan hanya soal siapa yang punya teknologi paling canggih, tetapi juga siapa yang paling siap menghadapi perubahan dunia.***

