POJOKSATU.id — Memilih laptop untuk mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) tidak bisa dilakukan sembarangan.

Perangkat yang digunakan harus mampu menjalankan berbagai aplikasi desain, mulai dari Adobe Photoshop, Illustrator, InDesign, Premiere Pro, After Effects, hingga perangkat lunak 3D seperti Blender dengan lancar.

Oleh karena itu, sebaiknya pilih laptop yang memiliki spesifikasi cukup tinggi agar tetap nyaman digunakan selama masa perkuliahan, bahkan hingga empat atau lima tahun ke depan.

Baca Juga: Benarkah Menggunakan WiFi Publik Berbahaya? Kenali 6 Risiko dan Cara Menggunakannya dengan Aman

Untuk kebutuhan dasar, laptop sebaiknya menggunakan prosesor Intel Core Ultra 5 atau Intel Core i5 H-Series generasi terbaru.

Jika memilih AMD, Ryzen 5 seri 7000 atau 8000 maupun Ryzen AI sudah mampu memberikan performa yang baik.

Dari sisi memori, RAM minimal 16 GB sangat disarankan agar proses multitasking berjalan lancar.

Akan lebih baik lagi jika laptop memiliki slot upgrade sehingga kapasitas RAM dapat ditingkatkan menjadi 32 GB di kemudian hari.

Baca Juga: 3 HP Murah Terbaik 2026 untuk Pedagang Online, WhatsApp Business Lancar hingga Baterai Awet Seharian

Media penyimpanan juga menjadi faktor penting.

SSD NVMe berkapasitas minimal 512 GB menjadi pilihan yang ideal karena mampu mempercepat proses membuka aplikasi maupun menyimpan file proyek.

Jika anggaran memungkinkan, SSD berkapasitas 1 TB akan memberikan ruang yang lebih lega untuk menyimpan berbagai aset desain, video, maupun hasil render.

Selain performa, kualitas layar tidak boleh diabaikan.

Laptop dengan ukuran layar 14 hingga 16 inci sudah cukup nyaman untuk bekerja.

Resolusi minimal Full HD, panel IPS atau OLED, serta akurasi warna minimal 100 persen sRGB sangat direkomendasikan agar warna yang ditampilkan sesuai dengan hasil akhir desain.

Baca Juga: GMPB Desak Pengusutan Korupsi BGN Menjangkau Daerah, Jangan Hanya Berhenti di Pusat

Kebutuhan kartu grafis juga bergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan.

Untuk desain grafis dua dimensi seperti Photoshop, Illustrator, dan Figma, GPU terintegrasi terbaru seperti Intel Arc atau AMD Radeon 780M masih mampu memberikan performa yang memadai.

Namun, bagi mahasiswa yang sering mengerjakan editing video, motion graphics, animasi, atau proyek tiga dimensi menggunakan Blender, laptop dengan NVIDIA GeForce RTX 4050 atau yang lebih tinggi akan memberikan pengalaman kerja yang jauh lebih nyaman.

Baca Juga: Artwear Carnival JFC 2026 Bertabur Bintang, Kinan Idol: Kostumnya Makin Keren, Usaha Desainernya Bikin Takjub

Apabila menginginkan spesifikasi yang lebih ideal untuk penggunaan jangka panjang, laptop dengan Intel Core Ultra 7 atau AMD Ryzen 7 menjadi pilihan yang tepat.

RAM sebesar 32 GB, SSD 1 TB, kartu grafis NVIDIA RTX 4050 atau RTX 4060, serta layar OLED beresolusi 2.8K atau panel IPS dengan cakupan warna 100 persen DCI-P3 akan sangat membantu dalam mengerjakan proyek kreatif.

Bobot laptop di bawah 2 kilogram juga menjadi nilai tambah karena lebih mudah dibawa ke kampus.

Baca Juga: KNPI Sikapi Penahanan Febrie Adriansyah, Berlakukan SOP Sama untuk Semua Tersangka Korupsi

Dari sisi anggaran, mahasiswa dengan dana sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta dapat memilih laptop yang menggunakan prosesor Ryzen 5 atau Core i5, RAM 16 GB, SSD 512 GB, serta layar IPS dengan akurasi warna 100 persen sRGB.

Spesifikasi tersebut sudah cukup untuk menjalankan Photoshop, Illustrator, maupun Figma dengan lancar.

Jika memiliki anggaran sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta, laptop seperti Acer Swift Go OLED atau ASUS Vivobook S 15 OLED menjadi pilihan menarik karena menawarkan layar berkualitas tinggi dengan performa yang cocok untuk desain grafis dan editing video ringan hingga menengah.

Baca Juga: Garut International Kite Festival 2026 Siap Digelar, Langit Kota Intan Bakal Dipenuhi Layang-layang dari Berbagai Negara

Sementara itu, bagi yang memiliki anggaran sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta, Lenovo IdeaPad Pro 5 OLED yang dilengkapi NVIDIA GeForce RTX 4050 layak dipertimbangkan.

Laptop di kelas ini mampu menangani editing video 4K, animasi, rendering, hingga pekerjaan tiga dimensi dengan performa yang lebih stabil.

Sebelum membeli, ada beberapa hal yang perlu diprioritaskan, yaitu memilih RAM minimal 16 GB, layar dengan akurasi warna tinggi, SSD minimal 512 GB, GPU RTX apabila akan belajar animasi atau Blender, serta sistem pendingin dan daya tahan baterai yang baik agar laptop tetap nyaman digunakan dalam aktivitas perkuliahan sehari-hari.

Secara keseluruhan, mahasiswa DKV yang hanya berfokus pada desain grafis dua dimensi sebenarnya sudah dapat menggunakan laptop tipis dengan GPU terintegrasi.

Namun, apabila kurikulum mencakup editing video, motion graphics, animasi, maupun desain tiga dimensi, memilih laptop dengan NVIDIA GeForce RTX 4050 sejak awal merupakan investasi yang lebih bijak agar perangkat tetap relevan dan tidak perlu diganti di tengah masa kuliah.***