POJOKSATU.id - Nokia kembali mencuri perhatian lewat inovasi berbeda di pasar smartphone entry level.

Melalui seri Nokia G22, perusahaan ini menghadirkan konsep QuickFix yang memungkinkan pengguna memperbaiki perangkat sendiri di rumah dengan lebih mudah.

Langkah ini dianggap cukup revolusioner karena jarang ada produsen smartphone yang benar-benar membuka akses perbaikan mandiri bagi penggunanya.

Nah, Nokia menggandeng iFixit untuk menyediakan panduan lengkap beserta suku cadang resmi agar proses perbaikan bisa dilakukan tanpa harus datang ke tempat servis.

Baca Juga: MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia, Laptop Apple Rp10 Jutaan Ini Bidik Anak Muda

Konsep QuickFix pada Nokia G22 dirancang untuk mendukung keberlanjutan sekaligus memperpanjang usia pakai perangkat.

Jadi, ketika ada komponen rusak seperti layar, baterai, atau port charger, pengguna cukup mengikuti panduan perbaikan menggunakan alat sederhana.

Menariknya, proses penggantian komponen diklaim dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Konsep seperti ini tentu bisa membantu pengguna menghemat biaya servis sekaligus mengurangi limbah elektronik.

Tidak hanya unggul di sisi kemudahan perbaikan, Nokia G22 juga dibekali spesifikasi yang cukup memadai untuk penggunaan harian.

Baca Juga: Resep Keripik Tempe 3 Bahan, Renyah Gurih dan Cocok Jadi Camilan Santai

Smartphone ini menggunakan layar 6,52 inci HD+ dengan refresh rate 90Hz yang membuat tampilan terasa lebih halus saat scrolling maupun bermain media sosial.

Layarnya juga sudah dilindungi Gorilla Glass 3 agar lebih tahan terhadap goresan ringan.

Untuk performa, Nokia G22 ditenagai chipset Unisoc T606 octa-core yang cukup mumpuni untuk aktivitas sehari-hari seperti browsing, chatting, menonton video, hingga penggunaan aplikasi ringan.

Ponsel ini hadir dengan RAM 4GB yang didukung fitur RAM virtual serta pilihan penyimpanan internal 64GB dan 128GB.

Di sektor kamera, Nokia G22 membawa kamera utama 50MP yang dipadukan kamera makro 2MP dan sensor kedalaman 2MP. Sementara di bagian depan tersedia kamera selfie 8MP.

Untuk kebutuhan daya, smartphone ini dibekali baterai 5.050 mAh dengan dukungan pengisian cepat 20W.

Kapasitas tersebut cukup besar untuk menunjang aktivitas seharian tanpa sering mencari charger.

Baca Juga: Blackout Sumatera Makan Korban, Dua Remaja Tewas Hirup Asap Genset Masjid di Sumbar

Nokia G22 juga menjalankan sistem operasi Android 12 dengan jaminan pembaruan sistem operasi hingga dua tahun.

Meski sempat disebut sebagai ponsel 5G, sebagian besar varian Nokia G22 yang beredar masih menggunakan jaringan 4G LTE karena memakai chipset Unisoc T606.

Kemungkinan varian 5G hanya tersedia di pasar tertentu dengan spesifikasi berbeda.

Di tengah persaingan smartphone murah yang semakin ramai, Nokia mencoba tampil beda lewat pendekatan ramah lingkungan dan kemudahan perbaikan perangkat.

Konsep seperti ini terasa menarik karena pengguna tidak lagi harus buru-buru mengganti ponsel baru saat ada kerusakan kecil.

Teknologi terbaik bukan hanya soal spesifikasi tinggi, tetapi juga bagaimana perangkat bisa bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.***