POJOKSATU.id - Smartphone kini telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas harian.

Dari mulai transaksi belanja, komunikasi, hingga main game di M88 Sports dilakukan dengan smartphone.

Android menjadi sistem operasi smartphone yang banyak disukai, karena pemakaiannya yang mudah dan range harga yang sangat bervariatif.

Di tengah tingginya pemakaian HP Android, ancaman kejahatan digital juga semakin meningkat.

Salah satu ancaman siber yang kini semakin banyak menyerang pengguna HP Android adalah malware dan crypto jacking, atau crypto-mining ilegal. 

Malware dan cryptojacking dapat menyerang HP Android tanpa disadari, salah satunya dengan cara menyusup melalui aplikasi atau link palsu.

Kedua ancaman ini dapat menimbulkan resiko pencurian data pribadi, serta HP yang bekerja lebih keras tanpa disadari, sehingga baterai dan kuota lebih cepat habis, dan performa HP semakin menurun.

Simak lima cara mudah berikut untuk menghindari ancaman ini.

1. Hindari menginstall aplikasi dari sumber yang tidak resmi

Bagi pengguna HP Android, perhatikan untuk menginstal aplikasi dan game hanya dari sumber yang resmi, yaitu Google Play Store.

Banyak pengguna Android yang tertarik untuk mengunduh aplikasi atau game gratis dari sumber yang tidak resmi, misalnya aplikasi versi “mod.”

Namun, aplikasi atau game yang diunduh dari sumber yang tidak resmi memiliki resiko membawa malware, spyware, hingga crypto-mining.

Aplikasi yang diunduh dari Google Play Store akan secara otomatis dipindai, sehingga resiko adanya malware lebih rendah.

Sebelum mengunduh aplikasi, selalu cek rating, ulasan pengguna, dan jumlah unduhan. Periksa juga izin akses yang diminta aplikasi tersebut.

2. Mengaktifkan Google Play Protect

HP Android umumnya telah memiliki fitur keamanan bawaan yang bernama Google Play Protect. Fitur ini dapat mendeteksi dan memblokir aplikasi yang berbahaya, dengan cara memindai aplikasi sebelum diunduh dari Google Play Store, dan memantau aplikasi tersebut setelah terpasang.

Cek pada menu pengaturan apakah fitur Google Play Protect telah aktif di HP Android Anda. Anda juga dapat melakukan manual scan dengan fitur ini untuk memindai aplikasi yang berbahaya.

Google Play Protect cukup kuat untuk mencegah serangan malware ringan dan aplikasi yang berbahaya, tanpa harus menginstal aplikasi tambahan.

3. Menggunakan aplikasi antivirus untuk keamanan ekstra

Untuk keamanan yang lebih efektif, Anda dapat menggunakan aplikasi antivirus tambahan selain fitur bawaan HP Android. Beberapa aplikasi antivirus yang dapat menjadi pilihan diantaranya Kaspersky, Bitdefender, Avast, dan sebagainya.

Selain dapat memindai malware, aplikasi antivirus juga dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, seperti aplikasi yang banyak menghabiskan daya, atau script crypto-mining yang bekerja di background.

Pastikan untuk hanya mengunduh aplikasi antivirus dari sumber yang resmi. Dengan menggunakan aplikasi antivirus sebagai keamanan ekstra, HP Android Anda akan lebih aman dari ancaman malware yang tidak terdeteksi oleh fitur bawaan.

4. Membatasi izin aplikasi

Selalu cek izin yang diminta aplikasi sebelum mengunduh atau menggunakan aplikasi tersebut. Perhatikan apakah aplikasi tersebut meminta izin yang tidak ada hubungannya dengan fitur aplikasi tersebut.

Misalnya game yang meminta akses ke kontak atau SMS. Anda dapat mengecek izin aplikasi yang telah terpasang dari menu Pengaturan > Privasi > Izin Aplikasi. Non-aktifkan izin aplikasi yang telah lama tidak terpakai atau tidak relevan.

5. Menghindari klik link yang tidak dikenal

Serangan malware dapat disebarkan melalui link yang dapat diterima melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp, SMS, atau media sosial.

Link ini dapat membawa ancaman malware, phishing, atau script crypto-mining saat dibuka.

Waspadai juga iklan pop-up yang sering muncul saat membuka situs streaming bajakan atau download gratis, yang dapat memicu pemasangan aplikasi palsu atau membuka situs yang berbahaya. ***