POJOKSATU.id — Di tengah gempuran smartphone modern berlayar penuh sentuhan, muncul fenomena mengejutkan dari kalangan muda.
Generasi Z kini ramai memburu ponsel lawas BlackBerry. Fenomena ini bukan sekadar nostalgia, melainkan simbol perlawanan terhadap kecanduan layar yang semakin mengikat keseharian.
Dari TikTok hingga Petisi Online
Tren ini berawal dari TikTok. Gen Z memamerkan ponsel BlackBerry yang dihias ulang dengan stiker atau casing unik.
Suara ketikan tombol QWERTY bahkan viral sebagai efek ASMR. Dari sinilah, lahir gerakan untuk menghidupkan kembali BlackBerry lewat petisi online bertajuk “Bring Back BlackBerry”.
Mengapa BlackBerry Jadi Pilihan?
-
Lelah dengan Kecanduan Layar
Anak muda merasa jenuh dengan smartphone yang mendorong scrolling tanpa henti. BlackBerry dinilai lebih fokus pada fungsi inti: komunikasi. -
Tombol Fisik & Harga Terjangkau
Di berbagai platform jual beli online, BlackBerry seri Bold 9700 dan Bold Touch 9900 dijual di kisaran Rp250 ribu hingga Rp700 ribu, tergantung kondisi unit. Bahkan beberapa seri lain seperti Curve bisa didapat mulai Rp150 ribu. Bandingkan dengan iPhone terbaru yang bisa menembus harga belasan juta rupiah.
Keyboard QWERTY fisik menjadi daya tarik utama. Ditambah, harga bekas BlackBerry di pasaran hanya ratusan ribu rupiah—jauh lebih murah dibanding smartphone flagship belasan juta. -
Simbol Gaya Hidup Seimbang
Tren ini juga bersinggungan dengan gerakan “anti-smartphone”. Gen Z ingin lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman tanpa gangguan notifikasi.
Sebuah studi terbaru bahkan menunjukkan banyak remaja kini terhubung ke internet hampir sepanjang hari.
Beberapa di antaranya mengalami “phantom vibration syndrome”—merasakan getaran palsu padahal tidak ada notifikasi sama sekali.
Spesifikasi Ikonik BlackBerry yang Diburu
-
BlackBerry Bold 9700 (2009): layar 2,4 inci, RAM 256 MB, memori bisa diperluas microSD, kamera 3,2 MP, baterai 1500 mAh, koneksi 3G, Wi-Fi, Bluetooth, dan tombol QWERTY yang solid.
-
BlackBerry Bold Touch 9900 (2011): layar 2,8 inci sentuh dengan resolusi lebih tajam, prosesor 1,2 GHz, RAM 768 MB, memori internal 8 GB, kamera 5 MP, NFC, HSPA+, serta kombinasi layar sentuh dan keyboard fisik.
Kedua seri ini masih jadi primadona karena desainnya ikonik dan kenyamanan mengetik yang tak tertandingi.
Baca Juga: Laptop ADVAN Workmate, Pilihan Pas untuk Mahasiswa Pebisnis dan UMKM Pemula
Tantangan Menggunakan BlackBerry
Meski penuh nostalgia, BlackBerry memiliki kelemahan serius. Dukungan resmi terhadap sistem operasi dihentikan sejak 2022.
Aplikasi seperti BBM dan App World tak lagi berfungsi, serta keterbatasan kompatibilitas dengan aplikasi modern membuat penggunaannya hanya sebatas komunikasi dasar.
Simbol Perlawanan Digital
Comeback BlackBerry bukan hanya tentang gaya retro, melainkan simbol perlawanan Gen Z terhadap gaya hidup digital yang serba cepat dan penuh distraksi.
Di tengah derasnya notifikasi, ponsel jadul ini hadir membawa pesan: hidup lebih sadar, lebih seimbang, dan lebih dekat dengan manusia di sekitar.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Mohon dibantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra


