POJOKSATU.ID- AI telah mengubah cara perusahaan teknologi terbesar di dunia mengembangkan perangkat lunak mereka, dengan prediksi bahwa 95% kode akan dihasilkan oleh AI pada tahun 2030.
Dalam perkembangan yang mengejutkan di dunia teknologi, Microsoft dan Google telah mengungkapkan bahwa sebagian besar kode baru mereka kini ditulis oleh kecerdasan buatan (AI).
CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam sebuah percakapan dengan CEO Meta, Mark Zuckerberg, di konferensi LlamaCon, mengungkapkan bahwa 20-30% kode di repositori perusahaan "ditulis oleh software" — yaitu AI.
Hal tersebut sebagaimana dilansir dari Tech Crunch pada 29 April 2025.
Sementara itu, CEO Alphabet, Sundar Pichai, dalam laporan pendapatan kuartal pertama perusahaan, menyatakan bahwa lebih dari 30% kode baru di Google dihasilkan oleh AI, meningkat dibandingkan 25% pada Oktober tahun lalu.
Prediksi Masa Depan Pengembangan Software
Kevin Scott, CTO Microsoft, membuat prediksi yang lebih berani lagi. Ia membayangkan bahwa 95% dari semua kode akan dihasilkan oleh AI pada tahun 2030.
Meskipun demikian, Scott dengan cepat mengklarifikasi bahwa hal ini tidak menandakan akhir dari keterlibatan manusia dalam rekayasa perangkat lunak.
"Hal ini tidak berarti AI melakukan pekerjaan rekayasa perangkat lunak... penulisan kode tetap akan menjadi milik manusia," jelas Scott.
“Namun, hal ini menciptakan lapisan abstraksi lain [karena] kita beralih dari menjadi master input (bahasa pemrograman) menjadi master prompt (orkestrator AI),” tambahnya.
Perubahan Peran Pengembang di Era AI
Peran pengembang perangkat lunak akan berubah secara mendasar. Alih-alih menulis setiap baris kode secara manual, penulis program akan semakin mengandalkan alat AI untuk menghasilkan kode berdasarkan prompt dan instruksi.
Dalam paradigma baru ini, pengembang akan fokus pada upaya mendukung sistem AI daripada membuat atau menulis program komputer secara manual.
Dengan mengartikulasikan kebutuhan mereka melalui prompt, pembuat program akan membiarkan AI menangani banyak pekerjaan berulang kali.
Mereka pun dapat lebih berkonsentrasi pada tugas-tugas tingkat tinggi seperti desain dan pemecahan masalah.
Perdebatan Tentang Peran AI dalam Pemrograman
Perdebatan mengenai peran AI dalam pemrograman terjadi di seluruh industri. CEO IBM, Arvind Krishna, memiliki pandangan yang lebih terukur.
Krishna berpendapat bahwa AI akan meningkatkan produktivitas daripada menggantikan programmer secara langsung.
Ia menyimpulkan bahwa AI akan menangani sekitar 20 hingga 30 persen tugas pengkodean tetapi tekanan keterbatasannya dalam mengatasi tantangan yang lebih kompleks.
"Jika Anda dapat menghasilkan 30 persen lebih banyak kode dengan jumlah orang yang sama, apakah Anda akan mendapatkan lebih banyak kode yang ditulis atau lebih sedikit?" tanya Krishna secara retoris.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi akan mendorong inovasi dan pertumbuhan pasar daripada kehilangan pekerjaan.
Implementasi AI di Google
Google telah mengintegrasikan kemampuan AI generatif di seluruh bagian perusahaan. Sundar Pichai menyatakan bahwa “AI telah diimplementasikan dalam segala hal yang kami lakukan... termasuk tim keuangan yang mempersiapkan laporan pendapatan ini."
Semua 15 produk Google dengan setidaknya setengah miliar pengguna kini menggunakan model Gemini.
Android dan Pixel adalah dua contoh bagaimana Google memberikan AI terbaik di tangan orang-orang, membuatnya sangat mudah untuk menggunakan AI untuk berbagai keperluan, hanya dengan menggunakan kamera, suara, atau mengambil tangkapan layar.
Tantangan dan Keterbatasan AI
Meskipun janji-janjinya begitu muluk dan memukai, sistem AI saat ini masih memiliki keterbatasan yang signifikan—terutama kemampuan mereka untuk menyimpan memori.
Scott mengakui bahwa asisten AI saat ini "sangat transaksional," artinya mereka kesulitan mengingat interaksi masa lalu atau beradaptasi dengan preferensi pengguna dari waktu ke waktu.
Namun, ia percaya hal ini hanya bersifat sementara. Scott memperkirakan bahwa alat AI di masa depan akan menawarkan bantuan yang lebih personal dan sadar konteks saat mereka belajar dari interaksi sebelumnya.
Revolusi AI dalam pengembangan perangkat lunak sedang berlangsung dengan cepat di mana Microsoft dan Google melaporkan bahwa sekitar 30% kode mereka sekarang dihasilkan oleh AI.
Prediksi bahwa angka ini bisa mencapai 95% pada tahun 2030, menggambarkan bahwa AI akan memainkan peran yang semakin penting dalam pengembangan perangkat lunak di masa depan.
Namun, pesan dari para pemimpin industri ini konsisten: AI tidak akan menggantikan pengembang perangkat lunak, melainkan akan mengubah cara kerja mereka.
Pengembang akan beralih dari menulis kode secara manual menjadi "orkestrator AI", fokus pada tugas-tugas tingkat tinggi sementara membiarkan AI menangani pekerjaan berulang kali.
Dengan kemajuan yang terus-menerus dalam teknologi AI, menarik untuk melihat bagaimana pengembangan perangkat lunak akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.***
