POJOKSATU.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Baparekraf Developer Day (BDD) 2024, di Yogyakarta, Minggu 6 Oktober 2024.
Baparekraf Developer Day (BDD) merupakan inisiatif dari Kemenparekraf/Baparekraf untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengembang digital di Indonesia.
Melalui acara ini, BDD berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat dan berdaya saing global, dengan fokus utama pada subsektor aplikasi dan web sebagai bagian dari ekonomi digital.
Even di Yogyakarta ini merupakan yang kedua kalinya digelar pada tahun ini. Sebelumnya, BDD dilaksanakan di Bandung pada 9 Maret 2024.
Baca Juga: VPN Online: Akses Internet Aman di Indonesia
Acara ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi pengembangan ekosistem digital di Indonesia dengan menargetkan para pengembang aplikasi dan web sebagai bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang mengalami pertumbuhan signifikan sejak pandemi.
Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena merupakan salah satu kota dengan potensi besar di bidang teknologi dan pendidikan.
Kehadiran universitas-universitas ternama dan komunitas kreatif yang berkembang menjadikan kota ini sebagai pusat inovasi yang siap berperan dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Tidak kurang dari 1.000 developer terpilih berkesempatan hadir secara langsung dari total 4.000 pendaftar.
Baca Juga: SMM Panel Indonesia, Solusi Terbaik untuk Meningkatkan Eksposur Bisnis Anda
Diantaranya ada peserta yang berasal dari Merauke, Provinsi Papua.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, ini menunjukkan bahwa minat dari anak muda untuk bertransformasi secara digital telah tersebar di seluruh wilayah Nusantara.
"Kita harapkan ini bisa mengisi 9 juta talents gap atau kekurangan talenta yang dibutuhkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," tutur Sandiaga.
Saat ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia, dengan perkiraan nilai ekonomi digital mencapai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun mendatang.
Namun dalam perjalanan menuju pertumbuhan ini, Indonesia masih dihadapkan pada salah satu tantangan utama, yaitu kesenjangan keterampilan digital.
Perbedaan antara permintaan tenaga kerja di sektor digital dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang tepat menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam menyatakan, BDD 2024 juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berjejaring.
Mulai dari dengan para pelaku industri teknologi, startup, serta investor yang memiliki minat besar dalam pengembangan teknologi digital.
Baca Juga: Kapan Menggunakan Nslookup untuk Pencarian DNS dan Pemecahan Masalah?
"Acara ini menjadi platform strategis bagi para pengembang untuk menampilkan ide-ide kreatif mereka dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut," kata dia.
BDD merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan Dicoding selaku Google Developers Authorized Training Partner dan Google Cloud Partner di Indonesia.
Dengan mengusung tema Bridging the Digital Skills Gap: Paving the Way for Digital Indonesia, BDD bertujuan untuk memberikan inspirasi, edukasi, dan fasilitasi kepada para developer.
Khususnya developer di bidang aplikasi, web, dan android agar dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas karya mereka sesuai dengan standar industri global.
Baca Juga: Benarkah, Google hingga WhatsApp Terancam Tak Bisa Digunakan di Indonesia, Apa Penyebabnya?
Melalui BDD Yogyakarta ini, peserta akan diberikan wawasan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan kompetitif.
Sehingga mereka diharapkan dapat lebih siap menghadapi tantangan di industri teknologi yang berkembang pesat di tingkat nasional dan global.***

