POJOKSATU.id - Anda pasti sudah sangat familiar dengan pelayanan publik. Ya, pelayanan publik adalah kegiatan yang berupaya untuk memenuhi kebutuhan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk semua warga negara, khususnya Republik Indonesia.
Layanan publik sendiri dapat berupa memberikan jasa, barang, ataupun layanan admin kepada penduduk. Peraturan layanan publik sendiri diatur dalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik.
Jadi, intinya layanan publik itu adalah program pemerintah untuk memastikan warganya mendapatkan layanan berupa fasilitas dari negara.
Namun, untuk mencapai kualitas pelayanan publik yang baik dapat tercapai, perlu dilakukan berbagai strategi atau cara untuk meningkatkannya. Berikut adalah 7 cara meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan teknologi.
1. Memperkuat Layanan
Lembaga dan pemerintah daerah perlu memperkuat komitmen dan meningkatkan implementasi dari Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam rangka mengembangkan aplikasi portal pelayanan publik nasional dan pelayanan publik digital.
Pemanfaatan platform digital sendiri terkait dengan pelayanan publik adalah dengan menggunakan berbagai platform berbasis internet dan seluler, seperti situs web, aplikasi seluler, dan lainnya oleh penyelenggara layanan publik di Indonesia untuk memberikan informasi, melakukan transaksi dan interaksi dengan masyarakat, serta menyediakan berbagai macam layanan dan kemudahan akses layanan publik.
Dalam implementasinya, pemanfaatan platform digital ini sudah diterapkan oleh pemerintah, seperti aplikasi e-Samsat oleh kepolisian untuk layanan administrasi kendaraan bermotor seperti pembayaran pajak dan perpanjang STNK, Situs LAPOR! oleh Kementerian PANRB untuk pengaduan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan, Aplikasi Jakarta Kini oleh Pemprov DKI Jakarta untuk informasi terkini, pengaduan, dan layanan perizinan terpadu, serta situs dan aplikasi berbagai rumah sakit milik pemerintah untuk layanan informasi, pendaftaran online, dan telemedis.
Pada intinya, saat ini, pemerintah telah banyak memanfaatkan platform digital agar layanan publik lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat. Tentunya platform dan aplikasi ini perlu dilengkapi sistem keamanan terpadu seperti enkripsi end-to-end dan firewall guna menghindari serangan hackers.
2. Penggunaan Teknologi AI dan Chatbot untuk Otomatisasi Pelayanan Dasar
Penggunaan teknologi AI dan Chatbot untuk otomatisasi pelayanan dasar adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan robot conver-sasi berbasis chat (Chatbot) oleh penyelenggara layanan publik dalam rangka mengotomatisasi layanan dasar non-kompleks untuk dapat mempermudah dan mempercepat akses pelayanan terhadap publik.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak ditemukan penggunaan teknologi AI dan Chatbot untuk mengotomatisasi pelayanan dasar seperti, Chatbot Hallo Jakarta oleh Pemprov DKI untuk layanan informasi dasar seputar berbagai layanan dan kemudahan di Jakarta, dan Chatbot pada situs lapor.go.id yang menggunakan AI untuk membantu pengguna menemukan informasi pengaduan dan mengarahkan ke form pengaduan.
Dengan memanfaatkan AI dan Chatbot, pemerintah dapat memberikan akses lebih mudah dan responsif terhadap layanan publik dasar kepada masyarakat.
3. Percepatan Proses Verifikasi Menggunakan Teknologi Biometrik
Jika Anda menggunakan user iPhone atau ponsel canggih pada saat ini, Anda pasti sudah sangat familiar dengan Touch ID atau pun Face ID yang disematkan pada kamera Anda. Kedua contoh tersebut merupakan salah satu bagian dari contoh percepatan proses verifikasi yang sering Anda jumpai.
Penggunaan teknologi biometrik adalah sistem verifikasi identitas menggunakan karakteristik fisik dan perilaku manusia yang khas, seperti sidik jari, wajah, suara, dna, retina mata, dan lain sebagainya.
Di Indonesia, sudah banyak penyelenggara layanan publik menggunakan teknologi biometrik ini guna mempercepat proses verifikasi dan validasi data atau identitas seseorang, sebagai contoh penggunaan scanner sidik jari untuk absensi kerja di kantor-kantor guna mencegah kecurangan absen.
Penerapan biometrik juga digunakan di bandara untuk mempercepat proses immigration check agar lebih efisien dan akurat.
4. Penerapan Open Government Data untuk Akses dan Transparansi Data Layanan Publik
Saat ini, sudah banyak ditemukan open government data di situs-situs pemerintahan. Anda akan lebih mudah membaca dan mengetahui data pemerintahan melalui adanya transparansi data layanan kepada publik.
Keterbukaan data-data sektor publik oleh pemerintah maupun instansi terkait kepada publik diperuntukkan untuk meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan kolaborasi dalam penyelenggaraan layanan publik di Indonesia.
Seperti contohnya portal data.go.id yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang juga merupakan katalog metadata dan pusat data terbuka pemerintah Indonesia kepada masyarakat. Portal tersebut bisa diakses oleh masyarakat sipil dan pemerintah.
Namun, tentu saja data yang ditampilkan yang bersifat umum dan tidak rahasia, ya! Dalam artian lain, data tersebut bisa digunakan sebagai bahan penelitian, bahan evaluasi, dan keperluan umum lainnya.
5. Penggunaan Big Data Analytics untuk Memantau Evaluasi Kinerja Layanan
Analisis data menggunakan big data analytics adalah dengan memanfaatkan metode pengolahan data dalam skala besar dan sumber data yang kompleks serta beragam oleh penyelenggara layanan publik di Indonesia guna memantau secara continuous, menganalisis, dan mengevaluasi kualitas serta efektivitas pelayanan publik yang diberikan.
Di Indonesia, penggunaan big data analytics ini sudah banyak diterapkan, seperti analisis data media sosial untuk monitoring opini dan pengalaman masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan dan transportasi publik.
Pada musim pemilu juga pengolahan data sensus dan survei digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program dan kebijakan pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan.
6. Mengadopsi Cloud Computing untuk Skalabilitas dan Keamanan Data Layanan
Adopsi cloud computing untuk skalabilitas adalah dengan memanfaatkan kodel komputasi berbasis internet (cloud) oleh penyelenggara layanan publik di Indonesia dalam menyimpan, mengelola, dan mengolah data secara terpusat, terstandardisasi dan terintegrasi sehingga informasi layanan publik dapat diakses kapanpun dan dari mana pun dengan aman serta dapat diskalakan sesuai dengan kebutuhan.
Penerapan cloud computing juga telah diterapkan di Indonesia, seperti penggunaan cloud server oleh data center Kementerian Kesehatan untuk penyimpanan data daring program Jaminan Kesehatan Nasional yang terintegrasi dan dapat diakses dari seluruh Indonesia.
Ditjen Dukcapil juga memanfaatkan platform digital berbasis cloud dalam pengelolaan data kependudukan guna percepatan pelayanan adminduk secara nasional. Salah satu platform digital yang bisa dimaksimalkan manfaatnya adalah layanan dari LinkNet.
LinkNet sediakan layanan cloud computing yang dapat disesuaikan dengan infrastruktur teknologi pemerintah demi kenyamanan pelayanan publik. Selain itu, layanan ini juga sudah dilengkapi fitur keamanan terpadu sehingga lebih terjamin penggunaannya.
Penggunaan cloud computing juga telah membuat pelayanan Smart City di Jakarta atau yang biasa Anda kenal dengan IoT (Internet of Things) di mana pengadopsian platform cloud collaboration antar lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berbagi data guna koordinasi dan efisiensi kinerja pelayanan Smart City.
7. Integrasi Teknologi IoT dan Sensor untuk Efisiensi Sumber Daya Layanan Publik
Integrasi teknologi IoT dan sensor untuk efisiensi sumber daya layanan publik adalah pemanfaatan perangkat dan infrastruktur internet terpadu dengan sensor-sensor pintar pada sisi penyedia dan penerima layanan guna pemantauan, pengukuran, dan evaluasi sumber daya dan kinerja secara akurat dan realtime sehingga dapat dilakukan upaya-upaya efisiensi yang lebih optimal dan presisi.
Adapun pengimplementasian integrasi IoT dan Sensor di Indonesia telah diterapkan oleh PDAM untuk mengoptimalisasi operasional dan efisiensi distribusi dengan menggunakan sensor level air dan debit pada saluran irigasi.
Selain itu, PLN juga menggunakan sensor panel surya pada tiang lampu lalu lintas dan rumah sakit guna pemantauan konsumsi dan efisiensi energi listrik.
Selain beberapa faktor di atas, peningkatan kualitas pelayanan publik saat ini dan di masa depan juga perlu didukung dengan kualitas internet yang memadai.
Oleh karena itu, demi mewujudkan internet cepat untuk layanan publik, LinkNet hadir dengan layanan dedicated internet terbaik dengan kecepatan upload dan download simetris serta fleksibilitas untuk pengaturan kapasitas jaringan sesuai kebutuhan.
Sekarang, Anda mengerti bahwa mengadopsi kemajuan teknologi harus terus didorong untuk meningkatkan kapasitas, keamanan, aksesibilitas, dan efisiensi penyediaan layanan publik kepada masyarakat.
Dengan pendekatan teknologi yang tepat, harapannya pemerintah dapat menghadirkan inovasi, meningkatkan transparansi, serta mewujudkan optimalisasi dan efisiensi penyediaan layanan yang merata ke seluruh lapisan masyarakat dan daerah.***
