POJOKSATU.id - Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang paling ramah lingkungan.
Namun, di beberapa wilayah, kereta api masih menggunakan bahan bakar diesel yang berpotensi menimbulkan polusi udara.
Guna mengatasi hal tersebut, sejumlah negara mulai mengembangkan kereta api bertenaga hidrogen.
Kereta api hidrogen menggunakan sel bahan bakar hidrogen untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan mesin.
Baca Juga: Pertamina dan TEPCO Kerja Sama Kembangkan Hidrogen dan Amonia Rendah Karbon
Kereta api hidrogen memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kereta api diesel.
Di antaranya, kereta api hidrogen tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga lebih ramah lingkungan.
Selain itu, kereta api hidrogen juga lebih efisien dalam penggunaan energi.
Baru-baru ini, sejumlah negara mulai mengadopsi kereta api hidrogen. Jerman, misalnya, telah mengoperasikan armada kereta api hidrogen sejak tahun 2022.
India juga berencana untuk mengoperasikan 100 kereta api hidrogen pada tahun 2025.
Baca Juga: PLTU Sintang Kalimantan Barat, Revolusi Energi 100% Biomassa dan Fleksibilitas Bahan Bakar
Di Indonesia, pengembangan kereta api hidrogen masih dalam tahap awal.
Namun, sejumlah perusahaan manufaktur kereta api di Indonesia tengah melakukan penelitian dan pengembangan kereta api hidrogen.
Kereta api hidrogen memiliki potensi untuk menjadi solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan semakin banyaknya negara yang mengadopsi kereta api hidrogen, diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang dari transportasi kereta api.***
