POJOKSATU.id - Para ilmuwan telah berhasil menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi sifat narsistik berdasarkan fitur-fitur neural dan psikologis. Keren banget, kan?

Sifat narsistik ini biasanya ditandai dengan sifat yang suka pamer, selalu ingin dipuji, kurang empati, merasa berhak atas segalanya.

Bisa juga sifat suka memanipulasi, iri, arogan, memiliki harga diri yang rapuh, dan kesulitan menjalin hubungan yang sehat.

Baca Juga: 6 Keterampilan Penting yang Wajib Dikuasai untuk Menjadi Ahli AI di Tahun 2023

Kalau sifat-sifat ini sudah parah dan terus menerus muncul, bisa jadi itu adalah tanda-tanda gangguan kepribadian narsistik lho.

Nah, dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan data dari dataset MPI-Leipzig Mind Brain-Body.

Data itu mencakup data MRI struktural dan data kuesioner dari 135 partisipan yang sehat.

Mereka menggunakan teknik machine learning yang disebut Kernel Ridge Regression dan menemukan bahwa beberapa area otak tertentu terkait dengan sifat narsistik.

Area-area otak tersebut antara lain orbitofrontal cortex, Rolandic operculum, angular gyrus, rectus, dan Heschl’s gyrus.

Baca Juga: PyGraft AI Open-Source yang Mengubah Cara Kita Membuat Grafik Jadi Lebih Satset

Penelitian ini bisa memiliki dampak praktis bagi psikologi dan penilaian klinis.

Model prediktif berpotensi membantu mengidentifikasi individu yang berisiko mengembangkan sifat narsistik atau membantu dalam penilaian dan pengobatan gangguan kepribadian.

Jadi, Sobat Pembaca, ternyata teknologi AI tidak hanya membantu kita dalam hal-hal praktis sehari-hari saja ya.

Bahkan, AI juga bisa membantu kita memahami lebih dalam tentang diri kita sendiri.

Seru banget kan? Yuk, kita tunggu penelitian seru lainnya dari para ilmuwan.***