POJOKSATU.id - Sejumlah crazy rich tercatat bermasalah karena kasus masalah investasi berkedok robot trading atau aplikasi trading.
Crazy rich yang tersandung masalah robot trading biasanya gemar memamerkan hartanya di media sosial.
Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Berikut daftarnya crazy rich yang tersandung kasus robot trading :
1. Doni Salmanan - Crazy Rich Bandung
Doni adalah terdakwa investasi binary option dengan platform Quotex.
Adapun total kerugian member Quotex mencapai Rp 24 miliar.
Sebelumnya, Doni Salmanan juga pernah menjadi viral setelah memberikan donasi sebesar Rp1 miliar kepada YouTuber Reza Arap saat live streaming game.
Pada 15 Desember 2022 lalu, dia divonis empat tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas 1A karena kasus ini.
Jaksa lantas mengajukan banding.
Pengadilan Tinggi Bandung kemudian menambah hukuman Doni Salmanan menjadi delapan tahun penjara.
2. Indra Kenz - Crazy Rich Medan
Indra Kesuma atau dikenal Indra Kenz adalah terdakwa kasus aplikasi binary option Binomo.
Adapun jumlah korban sebanyak 144 orang dengan total kerugian mencapai Rp83 miliar.
Baca Juga: LQ Indonesia Lawfirm Ikut Andil Berantas Investasi Bodong
Majelis hakim di Pengadilan Negeri Tangerang memvonis Indra Kenzo dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar pada Senin, 14 November 2022.
3. Reza Paten - Crazy Rich Surabaya
Reza Shahrani alias Reza Paten adalah salah satu tersangka kasus investasi robot trading Net89.
Korban Net89 diperkirakan mencapai 300 ribu orang dengan nilai kerugian sekitar Rp2 triliun.
Kasus ini sempat viral karena menyeret sejumlah pesohor, seperti Atta Halilintar, Taqy Malik, Kevin Aprilio hingga Mario Teguh.
Mereka disebut-sebut ikut mempromosikan robot trading tersebut.
4. Wahyu Kenzo Crazy Rich Surabaya
Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo ditangkap Kepolisian Resor Malang Kota terkait robot trading ATG pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Karawang Raih Rekor Investasi Triliunan Rupiah di Triwulan II 2023
Ia diduga telah menipu sekitar 25 ribu orang dengan nilai kerugian ditaksir sebesar Rp9 triliun.
Wahyu Kenzo adalah pendiri bisnis investasi robot trading ATG atau Auto Trade Gold, yang dikelola PT Pansaky Berdikari Bersama.
Wahyu Kenzo ditangkap aparat Polresta Malang Kota di wilayah Kota Surabaya pada Sabtu, 4 Maret 2023.
Kala itu juga, salah seorang korban asal Kota Malang, Muhammad Yusuf, buka suara.
Menurut Rimzah, anak Muhammad Yusuf, Wahyu Kenzo menjumpai ayahnya untuk mengajak berinvestasi dengan menggunakan robot trading ATG.
Baca Juga: Wacana Investasi Medan Zoo Tak Kunjung Berwujud, Ini Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution
Setelah mendapat penjelasan prospek bisnis yang memikat ditambah iming-iming keuntungan 10 persen per hari, keluarga Rimzah akhirnya memutuskan bersedia bekerja sama dengan Wahyu Kenzo.
Alhasil, uang sebesar Rp42 juta ditrasfer ke rekening Wahyu Kenzo pada 25 November 2021.
Kemudian pihak Rimzah mentransfer kembali sejumlah Rp4 miliar pada 27 November 2021.
Seiring berjalannya waktu, pihak keluarga mulai curiga ditipu setelah tidak ada uang masuk ke rekening, dan juga gagal melakukan penarikan keuntungan atau withdraw pertama pada 17 Februari 2022.
Keluarga makin curiga setelah Wahyu Kenzo sangat sulit dihubungi untuk waktu yang cukup lama, sehingga dilaporkan ke pihak berwenang.
Menurut Rimzah, kerugian bisnis robot trading yang dialami orangtuanya mencapai Rp6 miliar.
Lantas bagaimana cara kerja robot trading? Ini dia penjelasannya.
Robot trading merupakan sistem perangkat lunak otomatis yang mampu menunjukkan sinyal perdagangan.
Sistem robot ini, sejatinya, memudahkan bagi investor pemula untuk mendapatkan keuntungan.
Pasalnya, sistem ini bisa berjalan terus menerus dan melakukan update secara otomatis tanpa campur tangan penggunanya.
Umumnya, robot trading bergerak di sektor forex atau foreign exchange sebagai transaksi mata uang asing, seperti robot trading ATG milik Wahyu Kenzo.
Di Indonesia sendiri, forex lebih dikenal dengan nama valas atau valuta asing.
Ada pula robot trading yang bermain di sektor saham.
Cara kerjanya, robot ini akan mencari peluang open trade, open sell, dan buy di pasar forex secara otomatis.
Robot trading forex akan menjalankan algoritmik, berdasarkan serangkaian sinyal pasar valas, yang membantu penggunanya dalam menentukan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang pada titik waktu tertentu.
Sistem ini sering kali sepenuhnya otomatis dan terintegrasi dengan broker forex online atau platform pertukaran.
Robot trading secara otomatis akan mengelola risiko yang terjadi dengan disiplin dan konsisten.
Namun demikian, robot trading juga memiliki kelemahan.
Kelemahan robot trading, yakni dikenal statis, rentan gagal teknis, memiliki biaya tambahan, dan terkait monitoring.
Walaupun dapat bekerja secara otomatis, trader sebenarnya tetap harus memonitor kinerja robot trading, karena gangguan teknis dapat terjadi sewaktu-waktu, baik dari internal robot atau faktor eksternal.
Pada praktiknya, robot forex menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi kinerjanya dalam jangka panjang beragam.
Ini terutama karena mereka otomatis bergerak dalam rentang tertentu dan mengikuti tren.
Akibatnya, pergerakan harga yang tiba-tiba dapat menghapus keuntungan yang diperoleh dalam jangka pendek.
Mempertimbangkan hal tersebut, para trader diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam menentukan robot trading forex yang hendak digunakan.
Para calon investor juga disarankan hendaknya memastikan bahwa robot trading forex atau valas yang dipilih sudah diuji terlebih dahulu, dengan menggunakan beberapa data tahun terakhir atau backtest, dan juga data yang tengah berjalan saat ini.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan, pernah mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dari janji yang ditawarkan investasi dengan robot trading.
Pasalnya, robot trading juga memiliki risiko kerugian, apalagi jika memanfaatkan robot trading ilegal.
Sebagian besar robot trading ini dibuat dengan MetaTrader dan menggunakan bahasa skrip MQL, yang memungkinkan trader atau pedagang menghasilkan sinyal perdagangan atau memesan, dan mengelola perdagangan valas secara otomatis.
