POJOKSATU.id, Tangsel - Hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur Kota Tangerang Selatan pada Minggu malam, 5 April 2026.

Dampaknya langsung terasa. Sebanyak 25 titik permukiman terendam banjir dan 13 lokasi dilaporkan mengalami longsor.

Data itu disampaikan Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, dalam pembaruan laporan pukul 21.30 WIB.

Kondisi lapangan menunjukkan genangan muncul cepat setelah debit air meningkat di sejumlah wilayah rawan.

Salah satu titik terdampak berada di Perumahan Villa Dago. Air dengan aliran cukup deras mengarah ke kawasan dengan kontur lebih rendah.

Satu gang di wilayah tersebut tidak mampu menampung volume air sehingga genangan meluas ke rumah warga.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

Penyedotan air dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Adam Dohiri, menegaskan penanganan dilakukan secepat mungkin.

Ia menyebut petugas bergerak tanpa menunggu lama karena kondisi warga menjadi prioritas utama.

“Kami memahami betul kondisi warga saat rumahnya tergenang. Petugas langsung kami kerahkan agar genangan cepat teratasi,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah kota juga mengakui dampak yang ditimbulkan cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan permohonan maaf kepada warga terdampak mewakili wali kota.

Ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu evakuasi dan distribusi logistik.

Fokus utama saat ini adalah mempercepat surutnya air dan memastikan bantuan sampai ke posko pengungsian.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat.

Evaluasi teknis juga langsung dilakukan untuk mencari penyebab dan solusi jangka panjang.

Langkah yang disiapkan mencakup normalisasi drainase, pengerukan tandon air, hingga pembangunan tanggul permanen di wilayah yang berbatasan langsung dengan sungai.

Upaya itu ditujukan agar warga tidak terus menghadapi risiko serupa setiap hujan deras turun.

Pemerintah kota mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat melalui layanan 112 agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.