POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pembangunan infrastruktur Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Tangsel telah memasuki tahap akhir dan siap dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Hingga pertengahan Desember 2025, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 96 persen dan tinggal menyisakan pekerjaan finishing serta perapihan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, percepatan penyelesaian pembangunan SMPN 20 menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali dilakukan di sekolah asal.
Baca Juga: Gerakan Tanam Cabai di Jasinga Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani Bogor
Selama proses pembangunan, para siswa terpaksa dialihkan sementara ke sekolah lain.
“Anak-anak siswa kan selama ini dialihkan ke sekolah lain dan tentu mereka kurang nyaman.
Jadi harapannya di awal tahun nanti bisa segera dilakukan pemindahan kembali ke sekolah asalnya,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi pembangunan, Senin (15/12/2025).
Baca Juga: Kabupaten Bogor jadi Penyangga Air Jawa Barat, 66 Persen Wilayah Masuk WS Ciliwung–Cisadane
Dari hasil peninjauan bersama dinas terkait, Pilar menyebutkan seluruh infrastruktur utama sekolah telah siap. SMPN 20 Tangsel dibangun dengan fasilitas lengkap untuk menunjang proses pembelajaran yang optimal.
Sekolah ini memiliki 33 ruang kelas, laboratorium, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta sejumlah ruang pendukung lainnya.
“Mudah-mudahan tidak ada keterlambatan karena progresnya sudah sangat tinggi, 96 persen, dan saya rasa sangat mungkin diselesaikan tepat waktu sebelum akhir tahun,” ujarnya, tangerangselatankota.go.id
Baca Juga: Catat! Ini Alur Lengkap Jadwal SNBP 2026 dari Pengumuman Kuota hingga Hasil Seleksi
Pemkot Tangsel juga memastikan bahwa setelah pembangunan fisik dinyatakan selesai, SMPN 20 dapat langsung difungsikan tanpa kendala berarti.
Berdasarkan laporan teknis, sekolah ini ditargetkan mulai digunakan pada Januari atau Februari 2026.
Selain bangunan utama, penataan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Area ruang terbuka hijau, taman, serta lahan resapan air telah disiapkan guna mendukung kenyamanan sekaligus memenuhi ketentuan tata ruang dan lingkungan.
“Sesuai ketentuan, kita memang harus menyediakan ruang terbuka hijau. Tadi sudah diatur dan diskemakan, mudah-mudahan lahan-lahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai area resapan air,” jelasnya.
Dari sisi aksesibilitas, SMPN 20 Tangsel dirancang ramah bagi seluruh peserta didik. Untuk sementara, aktivitas siswa berkebutuhan khusus akan difokuskan di lantai satu agar lebih mudah dan aman.
Baca Juga: Kopdargab Akhir Tahun, AMHC Cianjur Pererat Silaturahmi Bikers Honda
Pilar juga menegaskan bahwa pembangunan SMPN 20 merupakan pembangunan total dari nol, bukan revitalisasi gedung lama.
Seluruh bangunan sebelumnya dibongkar dan digantikan dengan gedung baru yang dirancang untuk kebutuhan pendidikan jangka panjang.
“Ini pembangunan bukan revitalisasi, tetapi bangun total. Jadi hampir tidak ada bangunan lama yang direvitalisasi lalu ditambah-tambahkan.
Baca Juga: Ujaran Kebencian Berbasis Suku dan Ras Terus Berulang, Media Sosial Jadi Pemicu Konflik Baru
Dibongkar total dan dibangun dari nol, makanya anak-anak sekolah dipindahkan sementara ke sekolah lain,” jelasnya.
Setelah sekolah mulai beroperasi, akan diberlakukan masa pemeliharaan selama enam bulan sebagai bagian dari tanggung jawab penyedia jasa konstruksi.
Dengan rampungnya SMPN 20, Pemkot Tangsel berharap layanan pendidikan tingkat SMP semakin optimal dan mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah peserta didik setiap tahun.***
