POJOKSATU.id - Pandangan lama bahwa persoalan ketenagakerjaan hanya berkutat pada bekerja atau tidak bekerja kini dianggap tidak lagi relevan.
Di era digital yang serba cepat, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan menegaskan bahwa.
Tantangan utama hari ini bukan sekadar soal lowongan kerja, tetapi bagaimana masyarakat mampu menghasilkan pendapatan melalui berbagai cara.
Kepala Disnaker Tangsel, Sabam Maringan, dalam wawancara bersama Warta Kota Network, menjelaskan bahwa paradigma dunia kerja telah berubah total.
Ia mencontohkan, banyak orang yang bekerja sebagai pegawai namun tidak memperoleh penghasilan layak.
Sebaliknya, ada pula yang tidak memiliki pekerjaan formal, tetapi mampu meraih pendapatan besar melalui aktivitas digital seperti saham, kripto, hingga bisnis kreatif.
Baca Juga: Banjir Eretan Memuncak, Dedi Mulyadi Gertak Pemkab: Selesaikan atau Saya Ambil Alih!
Menurut Sabam, perubahan pola ini menjadi dasar bagi Disnaker Tangsel untuk melakukan transformasi besar-besaran, baik dalam layanan maupun pendekatan terhadap masyarakat pencari penghasilan.
Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah pengembangan aplikasi Anggur, platform digital yang menghubungkan pencari kerja, perusahaan, hingga komunitas pelaku usaha mandiri.
Aplikasi tersebut diklaim berbeda dari layanan sejenis. Tidak hanya memuat lowongan kerja, tetapi juga memfasilitasi masyarakat yang ingin membangun usaha mandiri.
Baca Juga: Fakta Mengerikan Terbongkar! Kayu Banjir Sumatra Ternyata Dipotong Rapi, Siapa Mafia di Baliknya?
Melalui sistem yang dirancang sederhana, pencari kerja dapat melamar secara digital, sementara perusahaan bisa menyeleksi dengan lebih efisien tanpa harus menghadapi ratusan pelamar datang ke lokasi.
Sabam menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal. Ia memberi contoh usaha kreatif hingga produk yang dibuat teman-teman disabilitas, seperti aromaterapi.
Disnaker mendorong hotel, klinik kecantikan, hingga pelaku usaha lain untuk menyerap produk lokal tersebut, sehingga masyarakat tetap dapat menghasilkan pendapatan meski kualitas awal produk belum sempurna.
Transformasi ini juga dikaitkan dengan bonus demografi 2045. Melalui analisis data di aplikasi.
Disnaker dapat mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan industri dan menilai apakah jurusan tertentu di SMK masih relevan.
“Tujuannya sederhana ulusan mampu segera menghasilkan pendapatan, entah lewat pekerjaan formal atau usaha mandiri,” ujarnya, dikutip pojoksatu.id dari Tangerang.Tribun News
Ia menegaskan bahwa masyarakat kini tidak boleh lagi berpikir sempit. Dunia kerja sudah berubah, dan yang terpenting bukan status ‘kerja atau tidak kerja’, tetapi apakah seseorang memiliki penghasilan atau tidak.***
