POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya turun tangan menindaklanjuti keresahan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Kawasan tersebut sebelumnya dilanda banjir saat hujan deras, yang oleh warga diduga terjadi akibat aliran kali tersumbat material longsoran sampah dari area TPA.

Warga mengeluhkan bahwa setiap hujan deras tiba, air meluap dengan cepat dan menggenangi rumah-rumah mereka.

Baca Juga: Surga Rasa Nusantara Menyelami Kekayaan Kuliner Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan bahaya kesehatan serta kerusakan lingkungan.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, memastikan pemerintah tidak tinggal diam melihat persoalan tersebut.

Ia menegaskan bahwa penataan ulang area di sekitar TPA menjadi langkah penting agar aliran air kembali bekerja secara normal.

Baca Juga: Vaksin HPV NusaGard Akhirnya Dapat Sertifikat Halal, Sudah Sesuai Standar Syariah

“Saluran air di kawasan itu harus dipulihkan fungsinya. Selain itu, pembebasan lahan milik warga akan dilakukan agar penanganannya lebih maksimal dan area bisa diperlebar,” ujar Pilar, dilansir pojoksatu dari Berita Satu.

Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan langkah teknis berupa normalisasi aliran sungai, pembersihan material sampah yang menggumpal.

Hingga penataan kontur lahan sekitar TPA agar tidak lagi menutup arus air. Pilar menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus diprioritaskan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Kemenag Gerak Cepat! Wamenag Pastikan Semua Santri juga Dapat Akses Makan Bergizi Gratis

“Kami ingin area ini kembali aman. Dengan saluran yang dibenahi dan lahan yang diperluas, risiko banjir dapat ditekan dan aktivitas warga tidak terganggu lagi,” tambahnya.

Pemkot Tangsel juga berencana menggandeng dinas terkait serta melibatkan warga sekitar dalam pemantauan rutin.

Harapannya, masalah lingkungan di kawasan TPA dapat tertangani secara komprehensif dan berkelanjutan.***