POJOKSATU.id – Kasus kematian yang disebabkan oleh nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) baru-baru ini telah menyalakan alarm bahaya di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.
Merespons kondisi darurat kesehatan tersebut, Kelurahan Sawah bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat kembali menggalakkan kegiatan rutin Jumantik (Juru Pemantau Jentik) secara besar-besaran.
Kegiatan krusial ini dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025, pukul 08.00 WIB di Aula Kelurahan Sawah.
Baca Juga: Cantik Tanpa Ribet! Tren Beauty Minimalism yang Bikin Kulit dan Pikiran Sama-Sama Sehat
Acara ini melibatkan partisipasi aktif dari Pendamping Jumantik RW dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, menunjukkan komitmen kolaboratif dalam memerangi vektor penyakit mematikan ini.
Camat Ciputat Buka Acara, Tekankan Pentingnya Pencegahan
Pembukaan kegiatan Jumantik ini dipimpin langsung oleh Camat Ciputat, Bapak H. Mamat, SE, MM.
Turut hadir dalam apel akbar tersebut antara lain Lurah Sawah, Bapak Mega Romala, S.Kom, MM, Sekretaris Lurah Muhammad ZamZami Adam, S.STP.
Baca Juga: Keteguhan di Tengah Badai, Nilai Hidup yang Ditinggalkan Antasari Azhar
Kasi Kesos Bapak Ahmad, S.AP, Kasi Ekbang Bapak Ishak, SE, serta jajaran Ketua RW dan RT se-Kelurahan Sawah.
Dalam sambutannya, Camat Ciputat menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama. "Gerakan Jumantik adalah garda terdepan kita.
Ini bukan hanya tugas petugas, tapi tanggung jawab kolektif seluruh warga Sawah untuk memastikan lingkungan kita bebas dari sarang nyamuk," tegas Bapak H. Mamat.
Baca Juga: KKS Lama vs KKS Baru, Siapa yang Duluan Top Up PKH dan BLT Kesra Akhir Tahun 2025?
Setelah pembukaan, para peserta Jumantik menerima instruksi teknis langsung dari pihak Puskesmas.
Sebelum kemudian disebar ke berbagai RW untuk melakukan pemantauan jentik, dipandu oleh pendamping Jumantik dari masyarakat setempat.
"Peran dan tanggung jawab Jumantik sangat vital, yaitu melakukan kegiatan pemantauan jentik dan membuat catatan laporan hasil pemantauan di tempat tinggalnya secara rutin," ujarnya.
Kepala UPTD Puskesmas Sawah, Drg. Nurma, menyambut baik antusiasme ini.
Baca Juga: Kemenag Perkuat Madrasah Keterampilan Lewat Rencana Pembentukan Direktorat Vokasi
Dia berharap kegiatan Jumantik yang masif ini dapat membantu menurunkan jumlah jentik, yang pada akhirnya akan menurunkan jumlah kasus DBD di wilayah Sawah.
“Harapan saya, dengan pembinaan yang diberikan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Ciputat dan UPTD Puskesmas Sawah, akan tercipta generasi yang sehat jasmani dan rohani,” harap Drg. Nurma.
Hasil Pemantauan: Jentik Ditemukan di Tempat Tak Terduga
Sayangnya, hasil kegiatan Jumantik menunjukkan bahwa tantangan masih besar. Masih ditemukan beberapa rumah yang menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.
Baca Juga: Antasari Azhar Wafat di Usia 72 Tahun, KPK dan Publik Sampaikan Duka Mendalam
Jentik nyamuk ini banyak ditemukan di tempat yang tidak terduga, mulai dari air yang ditampung di ember hingga kolam-kolam penampungan air yang jarang diperhatikan.
Menutup kegiatan tersebut, Lurah Sawah Bapak Mega Romala, S.Kom, MM, memberikan instruksi tegas.
"Kami perintahkan untuk lebih memberikan pendampingan intensif terhadap rumah-rumah warga yang terindikasi masih adanya jentik tersebut. Edukasi harus terus ditingkatkan," tutupnya.
Langkah cepat dan kolaboratif ini diharapkan mampu memutus rantai penularan DBD dan melindungi warga Sawah dari ancaman nyamuk Aedes aegypti.***
