POJOKSATU.id -Warga Kelurahan Cipeucang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, tengah menghadapi krisis air bersih yang cukup memprihatinkan.

Pasalnya, sumber air di wilayah mereka kini tercemar akibat tumpukan sampah dan limbah rumah tangga yang mengotori aliran sungai setempat.

Akibatnya, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka air bersih.

Baca Juga: Upaya Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi di Kota Bogor

Setiap hari, warga harus membeli sedikitnya empat galon air untuk keperluan minum dan memasak.

Sementara untuk mandi dan mencuci, sebagian besar masih mengandalkan air sumur meski warnanya sudah tak lagi jernih.

“Airnya bau dan kadang berwarna kecokelatan. Kalau dipakai masak, rasanya aneh,” ujar Wati, salah satu warga Cipeucang yang ditemui di depan rumahnya, Rabu (30/10).

Baca Juga: Selamat... Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari BRIN

Warga menilai kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan nyata dari pihak terkait. Tumpukan sampah di bantaran sungai semakin banyak, terutama setelah musim hujan tiba.

Bau tak sedap kerap menyeruak, membuat warga resah dan khawatir akan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Meski sudah beberapa kali melapor ke RT dan kelurahan, penanganan yang diberikan masih bersifat sementara.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Minta Pemprov Jabar Juga Tangani Luapan Sungai Cisolok

Petugas hanya datang membersihkan sebagian tumpukan, tapi tidak menyelesaikan akar masalahnya.

“Kami cuma ingin air bersih. Jangan sampai anak-anak sakit gara-gara air kotor,” keluh salah satu ibu rumah tangga lainnya.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah yang selama ini gencar menggaungkan program lingkungan bersih.

Warga berharap perhatian serius dan solusi cepat agar mereka tak lagi harus membeli air setiap hari hanya untuk bertahan hidup di tengah kota yang katanya modern.***