POJOKSATU.id - Kota Gading Serpong, Banten, terus memperkuat posisinya sebagai destinasi regional.
Terbaru adalah rencana pembangunan pusat perbelanjaan atau mal dengan konsep yang mengusung gaya hidup New York, Amerika Serikat.
Adalah Paramount Land yang akan menginvestasikan dana Rp 350 miliar untuk membangun mal bertajuk Hudson Square @ Manhattan District, tersebut.
Mal ini dirancang untuk menjadi magnet baru dan episentrum interaksi sosial. Langkah strategis ini bukan sekadar menambah fasilitas.
Melainkan penegasan komitmen pengembang terhadap keberlanjutan ekonomi dan vibrasi kota yang telah dibangunnya.
Angka Rp 350 miliar yang digelontorkan Paramount Land untuk pembangunan Hudson Square di atas lahan seluas 2,75 hektar ini menegaskan pendekatan jangka panjang pengembang.
Baca Juga: Hindari Kebiasaan Toxic Ini, Tanpa Disadari dapat Merusak Mental
Hal ini penting, mengingat kawasan Gading Serpong telah mencatat perkembangan komersial yang masif.
Dalam empat tahun (2021-2025), telah terbangun 5.400 unit ruang komersial. Sebanyak 1.049 unit ruang komersial di antaranya berada di Manhattan District dengan nilai sekitar Rp 4,1 triliun.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, mengungkpakan bahwa investasi ini bertujuan memastikan keberlanjutan bisnis di Manhattan District.
Baca Juga: Perhutani dan Pemkab Sukabumi Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan Hutan untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
"Kami tidak hanya menjual ruko, tetapi juga ikut berinvestasi dan terjun langsung dalam menghidupkan kawasan.
Komitmen ini sangat substansial untuk menjaga capital gain ruang-ruang komersial yang dibeli investor dan menjamin aktivitas bisnis serta tingkat sewa yang tinggi," tutur Dave, menjawab Kompas.com, Jumat (24/10/2025).
Untuk memenangkan persaingan di tengah banyaknya lifestyle mall di Serpong, Hudson Square dirancang dengan diferensiasi konsep.
Sebagaimana catatan Kompas.com, terdapat 14 pusat perbelanjaan berbagai konsep dan gaya memenuhi koridor Gading Serpong dan BSD City.
Mulai dari mal luar ruang, pusat perbelanjaan dengan luas bangunan raksasa terbesar, mal untuk keluarga, mal bergaya modern, hingga premium outlets.
Berbeda dengan mal-mal tersebut, Hudson Square mengadopsi gaya urban Amerika Klasik, tepatnya New York Style.
Ikon utamanya adalah Jembatan Manhattan yang terinspirasi dari Jembatan Brooklyn dan water feature di pintu masuk.
Desain ini bertujuan memberikan sense of place yang kuat dan menjadikannya destinasi gaya hidup baru.
Mal ini dibangun dalam tiga lantai dengan Net Leaseable Area (NLA) 21.000 meter persegi dan ditempati oleh lebih dari 100 tenant.
Faktor yang membedakan, Hudson Square akan menghadirkan INI Society Club, sebuah klub komunitas olahraga berkonsep hibrida yang memadukan fasilitas olahraga seperti paddle court dengan area interaksi sosial.
Menurut Direktur Paramount Land, Norman Daulay, kelengkapan infrastruktur dan aksesibilitas terbuka di Gading Serpong menjadi pondasi kuat yang memungkinkan.
Hudson Square berfungsi sebagai destinasi regional yang menarik pengunjung dari seluruh Jabodetabek.
Baca Juga: Asyik Main Hujan, Bocah 8 Tahun Malah Hilang Terseret Arus di Tangerang Selatan
"Proyek pembangunan Hudson Square ini ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan.
Prospek bisnis komersial di Gading Serpong terus bertumbuh dengan prediksi kenaikan harga jual rata-rata 8-10 persen pada tahun 2026," cetus Norman.
Norman mengharapkan, dengan investasi besar dan fokus pada konsep lifestyle terintegrasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Imbau Kepala Desa Segera Setor PBB ke Kas Daerah
Hudson Square bukan hanya akan menjadi fasilitas baru, tetapi juga pemicu multiplier effect ekonomi yang memastikan Gading Serpong tetap menjadi destinasi regional yang paling diminati.***
