POJOKSATU.id -Dialah Allin Hendalin Mahdaniar, sosok perempuan tangguh yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sejak tahun 2021.
Di balik jabatan dan ketegasannya memimpin layanan kesehatan di kota modern ini, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh kerja keras, dedikasi, dan ketulusan.
Tak banyak yang tahu, jalan yang ia tempuh untuk sampai di titik ini bukanlah jalan yang lurus dan mulus.
Baca Juga: Wapres Gibran Tersandera 2 Narasi Besar yang Bertabrakan Satu Sama Lain
Ada peluh di setiap langkah, ada air mata yang jatuh di tengah perjuangan, namun ada pula cinta yang tulus terhadap profesinya, masyarakat, dan tanggung jawab yang ia pikul.
Allin Hendalin Mahdaniar lahir dan besar di Bogor. “Ibu Dokter,” begitu banyak orang memanggilnya dengan penuh hormat dan kedekatan.
Masa kecilnya dihabiskan di Banjar, sebuah kota yang menanamkan nilai-nilai kesederhanaan dan kerja keras dalam dirinya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anggap Menteri Bekerja Sudah Sangat Keras, Ibaratkan Tim Sepakbola, Ada Cadangan
Ia menempuh pendidikan menengah di SMP dan SMA di Bogor, sebelum akhirnya melangkahkan kaki ke dunia yang sejak lama memanggil hatinya dunia kedokteran.
Sejak awal, ia tahu bahwa menjadi dokter bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Dunia kesehatan menuntut pengorbanan, ketulusan, dan komitmen tanpa batas.
Tapi tekadnya sudah bulat. Ia ingin menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Perjalanannya dimulai dari bawah, sebagai dokter Puskesmas. Di sanalah ia ditempa melayani warga dari berbagai lapisan.
Menyaksikan langsung dinamika kehidupan masyarakat, dan memahami arti sesungguhnya dari kata “mengabdi.
” Dari ruang-ruang kecil penuh antrean pasien hingga kegiatan lapangan di pelosok wilayah, Allin menjalani semuanya dengan sepenuh hati.
Pelan tapi pasti, kerja keras dan integritasnya membawa ia naik ke tangga-tangga baru. Ia dipercaya memegang sejumlah tanggung jawab penting hingga akhirnya ditunjuk sebagai Kepala Dinas Kesehatan Tangsel.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai program inovatif di bidang kesehatan lahir mulai dari penguatan layanan primer, digitalisasi sistem kesehatan, hingga peningkatan kualitas tenaga medis.
Baca Juga: Anggota DPD Senang Presiden Prabowo Copot Menteri-menteri Nakal dari Jajaran Kabinet
Meski kini berada di posisi strategis, Allin tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia tak pernah melupakan akar pengabdiannya sebagai dokter lapangan.
“Menjadi dokter bukan hanya soal menyembuhkan penyakit, tapi juga tentang menghadirkan harapan,” begitu prinsip yang selalu ia pegang.
Bagi Allin, jabatan hanyalah amanah yang harus dijalankan dengan hati. Ia percaya, kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan.
Baca Juga: Satu Tahun Presiden Prabowo, Anggota DPD Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi yang Tetap Stabil
Karena itu, di setiap langkahnya, ia berusaha memastikan bahwa masyarakat Tangsel mendapatkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan manusiawi.
Kini, di balik setiap kebijakan dan inovasi yang diambil Dinas Kesehatan Tangsel, ada tangan dingin seorang perempuan yang memimpin dengan hati.
Dialah Allin Hendalin Mahdaniar dokter yang tak pernah berhenti mengabdi, bahkan ketika tanggung jawabnya semakin besar.
Baca Juga: Tambahan TPG 100 Persen, Kemenkeu Jelaskan Mekanisme Pencairan dan Guru yang Berhak Menerima
Sebuah kisah nyata tentang dedikasi, perjuangan, dan cinta pada profesi yang layak menjadi inspirasi.
Langkahnya kemudian membawanya ke dunia kedokteran, sebuah dunia yang sejak awal sudah ia tahu bukan akan jadi jalan yang mudah. Tapi tekadnya bulat.
"Dulu saya sempat buka praktik pribadi Tapi lama-lama saya merasa nggak bisa bagi waktu.
Pasien saya jadi nggak terlayani, dan itu membuat saya merasa bersalah. Akhirnya saya putuskan untuk fokus.
Karena saya punya tanggung jawab besar di sini, dan saya ingin hasilnya maksimal," ujar Allin Senin (20/10/2025).
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, ia ditempatkan di Puskesmas Setu, Tangsel. Di sanalah benih-benih kepemimpinannya mulai tumbuh.
Baca Juga: Guru SDN Sinunukan yang Dipolisikan Ortu Murid Dapat Dukungan Camat, Kepsek dan Tokoh Pemuda
Ia menjalani hari-hari bersama masyarakat, mendengar keluh kesah, dan menyaksikan langsung realita pelayanan kesehatan di akar rumput.
"Saya mulai dari bawah, dari Puskesmas Setu.
Di sanalah saya belajar banyak tentang masyarakat, tentang kebutuhan mereka, dan tentang pentingnya hadir bukan hanya sebagai tenaga medis, tapi sebagai pendengar dan pelayan," ujar Allin.
Baca Juga: BOS Madrasah dan BOP RA 2025 Cair Pekan Ini, Total Dana Capai Rp4,01 Triliun, Berikut Rinciannya
Tak lama berselang, amanah pertama datang menjadi Kepala Puskesmas Setu pada 2007.
Dua belas tahun ia menjalani tugas itu dengan sepenuh hati, hingga pada 2019 ia dipanggil naik level dipercaya menjadi.
Kepala Seksi di Dinas Kesehatan, lalu Kepala Bidang, dan akhirnya, pada tahun 2020, ia ditunjuk menjadi Kepala Dinas Kesehatan.
Baca Juga: CATAT! Penyebab Utama SKTP TPG Triwulan 3 Tahun 2025 Tidak Kunjung Terbit!
"Ketika kita menerima amanah, ya harus siap. Tantangan pasti ada, tapi kuncinya adalah kompak dan mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat," ujar Allin.
Dalam setiap langkahnya, ia selalu menanamkan satu hal yaitu pelayanan adalah ibadah.***
\
