POJOKSATU.id - mengingatkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi. 

Untuk laporan proyek revitalisasi trotoar di Ciater, Serpong, senilai Rp 7 miliar, tidak berbeda dengan kondisi di lapangan.

Anggota Komisi IV DPRD Tangsel dari Fraksi Demokrat, Julham Firdaus, menekankan pengawasan ketat untuk memastikan laporan proyek di atas kertas sesuai dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Gelar Doa Bersama HUT ke-80 TNI

“Polanya pengawasan saya secara anggaran ada di rapat koordinasi dan sidak pelaksanaan. Nanti saya sesuaikan dengan timeline dan laporan lapangan,” kata Julham kepada Kompas.com.

Ia menyebut akan meninjau seluruh pelaksanaan proyek, termasuk spesifikasi material dan ketentuan detail

“Apakah sesuai dengan spesifikasi detailing material dan ketahanannya, serta apakah anggaran yang dimaksud sesuai keperluan dan rencana,” ujar Julham.

Baca Juga: HUT ke-25 Banten Semarak: Ada Festival Jajanan, Launching Bus Trans, Hingga Konser Rakyat

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel.

Menjelaskan bahwa proyek revitalisasi trotoar di Ciater dikerjakan sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter.

Proyek dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar itu ditargetkan menghadirkan ruang publik yang fungsional serta bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga: Dari Gulma Jadi Solusi, BIOGATOR Pertamina Regional JBB Bantu Selamatkan Mangrove di Kepulauan Seribu

“Trotoar ini milik kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama kebersihan juga fasilitas yang ada.

” Ujar Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK Tangsel, Saflinawati, dikutip dari situs resmi Pemkot Tangsel.

 


Dikritik warga

Sementara itu, sejumlah warga di sekitar Jalan Raya Ciater menilai anggaran proyek terlalu besar, sebab kondisi trotoar sebelumnya masih layak digunakan.

Baca Juga: Masuk ke Dunia Tanpa Listrik! Pesona Suku Baduy yang Bikin Wisatawan Terpikat

Lintang (34), salah satu warga, menyatakan bahwa trotoar sebelumnya masih dalam kondisi baik.

Sehingga menurutnya penggantian sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7 miliar terkesan membuang-buang dana.

“Kemarin (trotoar) masih bagus, kalau untuk diganti sih sayang buang-buang anggaran karena cuma 1 km, Rp 7 miliar," kata Lintang.

Baca Juga: 5 Wisata Edukasi Hits di Tangsel, Bisa Belajar Sambil Rekreasi

Pendapat serupa disampaikan A’ang (45), pedagang yang sudah 25 tahun menetap di kawasan itu.

Ia menilai dana tersebut sebaiknya dialokasikan ke sektor lain yang lebih mendesak, seperti kesehatan.

“Mungkin buat yang lain lah, kan bisa buat masyarakat juga.

Baca Juga: Sosok Hacker Bjorka yang Fenomenal Ternyata Tak Lulus SMK, Usia 22 Tahun, Mungkinkah

Kaya buat kesehatan karena itu kan memang penting juga,” ucapnya. Warga juga mengeluhkan dampak pembangunan terhadap usaha mereka.

Akses menuju kios menjadi sulit, sehingga omset menurun.

Lintang menyebut penjualannya turun hingga 30 persen, sementara A’ang mencapai 40 persen.

Baca Juga: Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami: Versi Android Versi iOS Channel Whatsapp Fanpage Edugov

“Kalau harapan sih ya moga aja ini kelar enggak ada pembangunan lagi dan dipercepat lah,” ujar A’ang.***