POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution ditantang berani membersihkan Pemkab Madina dari pejabat atau ASN yang terindikasi judi online (judol).

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua KNPI Mandailing Natal Khairil Amri Nasution, Senin (7/9/2026).

Menurut analisa Khairil, banyak pejabat dan ASN di Pemkab Madina yang terindikasi judol.

“Cara memberantasnya terserah Pak Bupati. Bisa saja melaporkan pegawai yang terindikasi judol ke PPATK,” ujarnya.

Baca Juga: Novrizal: Ribuan Relawan Antar Teh Alya Daftar Pilkades Bengle, Ini Amanah Besar

Menurut Khairil, sikap Bupati Madina sebagai pemimpin di Madina tidak adil. Karena sikapnya yang menyampaikan data penerima Bansos yang bermain judol ke publik, dianggap sepihak saja.

Seharusnya Bupati juga harus berani menyampaikan ke publik siapa-siapa pegawainya yang terindikasi judol.

“Seharusnya Pak Bupati jangan melihat sepihak saja, melihat penerima Bansos yang bermain judol saja. Pak Bupati juga harus berani melihat pegawainya di Pemkab Madina siapa yang terindikasi judol,” jelasnya.

Baca Juga: Tim Survei Dinas PUPR Madina Turun ke Simpang Tambangan, Pembangunan Jalan Lama Dinantikan

Menurutnya, banyak juga pegawai di Pemkab Madina baik pegawai biasa maupun kepala dinas yang terindikasi bermain judol, seperti skater, mahjong, slot, dan judi online lainnya.

“Bukan tidak bagus langkah yang dibuat Pemerintah Pusat dengan mengumumkan data penerima Bansos yang bermain judol. Sangat bagus dan kita dukung itu,” tegasnya.

“Namun Pak Bupati juga harus berani sidak memeriksa telepon seluler setiap pegawai di Pemkab Madina dan berani mengumumkannya ke publik nanti,” ujarnya lagi.***