POJOKSATU.id, JAKARTA—BMKG memprediksi akan terjadi kekeringan ekstrem dan cuaca panas akibat fenomena El Nino atau Godzilla El Nino di Indonesia tahun 2026 ini.

Sebagai langkah antisipasi semua kepala daerah diundang menghadiri rapat koordinasi khusus yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (20/4).

Salah satu kepala daerah yang hadir yaitu Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution yang didampingi Plt Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga dan Plt Kadis PUPR Akhmad Faizal.

Rapat tersebut berlangsung di Auditorium Gedung F, Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Baca Juga: Bupati Bogor Minta Warganya Dukung Pentaan Wilayah Terkait Tata Pedagang di Sentul

Usai rapat koordinasi khusus, Bupati Madina Saipullah Nasution mengatakan sebagai daerah yang didominasi sektor pertanian, Pemkab Madina akan mengambil langkah-langkah mitigasi dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Sementara itu Plt Kadis Pertanian Taufik Ritonga mengatakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta para kepala daerah menyiapkan langkah antisipasi dampak bencana kekeringan ekstrem akibat badai El Nino.

"Tujuannya agar keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai dapat terus dipertahankan," kata Taufik.

Baca Juga: Update Kasus Dugaan Manipulasi Saham HYBE, Polisi Ajukan Surat Perintah Penangkapan Bang Si Hyuk

Taufik mengungkapkan, Dinas Pertanian Madina juga mengambil langkah-langkah strategis agar dampak bencana kekeringan ini bisa diminimalisasi.

"Salah satu upayanya adalah dengan memperbaiki saluran irigasi sehingga air yang mengalir ke persawahan warga bisa optimal," ujar dia.

Selain itu, Dinas Pertanian Madina juga tetap membagikan benih atau bibit padi kepada para petani sehingga bisa menekan biaya selama masa tanam.

Diketahui, kekeringan ekstrem dan cuaca panas akibat fenomena El Nino/Godzilla El Nino diprediksi akan melanda Indonesia mulai April hingga Oktober 2026.

BMKG menyebut musim kemarau datang lebih cepat pada April pada 16,3 persen wilayah di Indonesia, dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus 2026.***