POJOKSATU.id – Wali Kota Medan Rico Waas menyoroti persoalan klasik penataan kabel di Kota Medan yang dinilai masih semrawut.
Ia menegaskan, proyek kabel tanam harus dilakukan terintegrasi agar tidak memicu pembongkaran trotoar berulang yang merugikan publik.
Masalah kabel udara yang menjuntai di berbagai ruas jalan Kota Medan bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut efisiensi pembangunan dan kenyamanan warga.
Baca Juga: Bikin Video Timelapse Viral Tanpa Shooting Lama, Ini Rahasia Pakai AI yang Lagi Tren
Hal ini ditegaskan Wali Kota Medan Rico Waas saat menerima audiensi Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Sumut di Balai Kota, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, penataan kabel tidak boleh lagi dilakukan secara parsial atau terpisah antar instansi.
Jika tidak, proyek pembangunan justru berpotensi menimbulkan masalah baru, yakni pembongkaran trotoar yang sudah selesai dibangun.
Baca Juga: Daftar 50 Kampus Terpopuler 2026 Versi uniRank, Kampus Swasta Ikut Ngegas!
“Kita tidak boleh kerja dua kali. Jangan sampai trotoar sudah rapi, lalu dibongkar lagi hanya untuk menanam kabel. Ini soal efisiensi dan komitmen bersama,” tegas Rico Waas.
Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras terhadap pola kerja lama yang dinilai kurang sinkron antar dinas dan pihak swasta.
Risiko Proyek Tanpa Sinkronisasi
Jika tidak terkoordinasi dengan baik, proyek kabel tanam berpotensi menimbulkan sejumlah dampak:
- Pemborosan anggaran akibat pekerjaan berulang
Baca Juga: Mahasiswa FTP USM Tembus 6 Besar Nasional, Inovasi Limbah Kedelai Jadi Sorotan di AFC 2026
- Gangguan kenyamanan pengguna jalan
- Kerusakan fasilitas publik yang sudah dibangun
- Penurunan kepercayaan masyarakat terhadap proyek pemerintah
Rico Waas menekankan, kolaborasi lintas sektor harus menjadi kunci utama agar transformasi infrastruktur berjalan efektif.
Baca Juga: Tata Tertib Peserta dan Tugas Pengawas TKA SMP 2026, Wajib Dipahami Sebelum Ujian
Tekanan Momentum APEKSI 2026
Menariknya, percepatan penataan kabel ini juga tidak lepas dari agenda besar nasional.
Kota Medan akan menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Momentum ini dinilai sebagai “ujian” kesiapan kota dalam berbenah, khususnya dari sisi wajah kota dan infrastruktur.
“Ini bukan sekadar event. Ini kesempatan menunjukkan bahwa Medan bisa berubah dan jadi contoh kota lain,” ujarnya.
Baca Juga: Rahasia Video Timelapse Biar Viral, Panduan Lengkap dari Nol Sampai Hasil Cinematic, Anti Gagal!
Sementara itu, Ketua Apjatel Sumut Jimmy Aswin Siregar menyebutkan bahwa sejumlah kawasan di Medan sudah mulai bersih dari kabel udara.
Beberapa di antaranya:
- Kawasan Kesawan
- Jalan Dr Mansyur
- Jalan Juanda
- Jalan Zainul Arifin
Hingga April 2026, penataan ditargetkan menjangkau hampir 20 ruas jalan, dengan total sekitar 25 ruas jalan sepanjang tahun ini.
Beberapa ruas prioritas berikutnya meliputi:
- Jalan Imam Bonjol
- Jalan Patimura
- Jalan S. Parman. ***

