POJOKSATU.id - Skuat PSMS Medan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari, Minggu sore, 5 April 2026.

Tim Ayam Kinantan-julukan PSMS itu nyaris kalah, sebelum akhirnya menyamakan skor di penghujung laga.

Ya, PSMS sempat tertinggal dua gol tuan rumah pada menit ke-30 lewat gol Rosalvo dan Adriano Castanheira pada menit ke-76.

Bahkan, tim besutan Eko Purdjianto ini unggul jumlah pemain sejak babak I usai pemain Persikad, Belhadj Kacem mendapat kartu merah.

Baca Juga: Punya Rekor Tak Menguntungkan Lawan Persikad Musim Ini, PSMS Tak Gentar Curi Poin di Markas Tim Serigala Margonda

Sayangnya, PSMS baru bisa mengejar ketertinggalan pada menit ke-86 melalui Clayton da Silva pada menit ke-86 dan diselamatkan gol Felippe Cadenazzi pada menit ke-90+1.

Persikad sejatinya sempat berusaha mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+7, tetapi wasit menganulir gol tersebut.

Dengan hasil ini, PSMS belum bisa memutus rekor tak menguntungkan bertemu Persikad musim ini. Dari tiga kali pertemuan, PSMS belum pernah menang, dengan catatan sekali kalah dan dua kali seri.

Usai laga, Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Baca Juga: Area PLTN Bushehr Diserang Amerika, Rusia Evakuasi 198 Pekerja, 100 Staf Lagi Masih di Lokasi

Dia mengakui, seharusnya timnya bisa memenangkan pertandingan dengan unggul jumlah pemain. Pun demikian, dirinya tak ingin menyalahkan skuatnya, lantaran dia yakin pemain telah berusaha maksimal.

“Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujar Eko.

Dia menilai timnya kesulitan menghadapi pertahanan dalam Persikad, sehingga sulit mencetak gol meski unggul pemain. Namun, dia tetap mensyukuri hasil imbang ini.

“Setelah kartu merah, mereka main sangat deep. Kami kesulitan membongkar pertahanan. Bahkan sempat lengah dan kebobolan lagi," sebutnya.

"Tapi setelah menambah pemain depan, alhamdulillah bisa menyamakan skor,” sambungnya.

Baca Juga: IRT di Karawang Tertipu Investasi Beras dan Ritel, Rugi Rp36 Juta, Modusnya Bikin Geleng Kepala

Eko juga menyoroti kelemahan tim saat menyerang hingga menyisakan celah pertahanan yang mampu dieksploitasi barisan penyerang tim tuan rumah.

“Saat menyerang kami terlalu terburu-buru, bahkan lupa bertahan. Itu yang membuat kami kebobolan. Secara permainan menyerang sudah bagus, tapi hasilnya belum maksimal,” jelasnya.

Setelah laga ini, PSMS memilih tetap bertahan di Bogor untuk melakukan evaluasi jelang laga berikutnya menghadapi Garudayaksa FC di stadion yang sama, pada Sabtu, 11 April 2026.

“Kami tidak pulang (ke Medan). Kami akan evaluasi di sini. Garudayaksa tim papan atas, tapi kami tetap fight untuk ambil poin di laga tandang berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga: Kumpulan Soal Latihan TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Lengkap Dengan Kunci Jawaban! Mudah Difahami dan Cocok untuk Persiapan Ujian

Sementara itu, pemain PSMS, Rudiyana, juga mengakui timnya kurang tenang dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

“Kami kecewa. Mungkin kami terlalu terburu-buru untuk mencetak gol saat unggul jumlah pemain,” ungkapnya.

Dengan hasil ini, PSMS masih mengemas 31 poin dari 8 kali menang, 7 kali dan 8 kali kalah. ***