POJOKSATU.id - Grab Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1,8 miliar untuk mendukung percepatan pemulihan korban banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sejak awal Desember 2025.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kemitraan strategis lintas sektor dan menyasar karyawan internal, mitra Grab, serta masyarakat terdampak.
Bantuan yang diberikan mencakup lebih dari 6.000 paket logistik, sembako, hingga peralatan kesehatan, yang didistribusikan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, antara lain BenihBaik.com, Komunitas Postelsiar, Digital Komdigi, Save the Children, serta Kementerian Kesehatan RI.
Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 Resmi Dibuka: Simak Jadwal Lengkap dan Persyaratannya!
Solidaritas Internal Lewat Program “Grabbers to Grabbers”
Sebagai langkah awal pemulihan, Grab menginisiasi gerakan solidaritas karyawan bertajuk “Grabbers to Grabbers”.
Melalui penggalangan dana internal yang berlangsung pada 2–6 Desember 2025, Grab berhasil menghimpun bantuan bagi karyawan internal yang terdampak banjir di Medan dan sekitarnya.
Penyaluran bantuan dilakukan pada 18–19 Desember 2025 di Sumatera Barat melalui platform BenihBaik.com, berupa ratusan paket logistik dan voucher belanja untuk memenuhi kebutuhan kebersihan serta pemulihan tempat tinggal karyawan dan keluarga yang terdampak.
Grab kemudian memperluas cakupan bantuan kepada Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant melalui program Grab for Goods, yang berfokus pada peningkatan mobilitas sosial ekonomi dan kualitas hidup komunitas di Asia Tenggara.
Dalam konteks bencana banjir di Sumatera, Grab mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk menyalurkan lebih dari 5.300 paket bantuan kepada Mitra Pengemudi dan Merchant yang terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Selain menyasar ekosistem internal, Grab juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat umum melalui sinergi lintas sektor.
Baca Juga: INFO GTK Sudah Centang Hijau? Ini Alasan Sertifikasi Guru Tetap Bisa Gagal Cair dan Cara Mencegahnya
Pada tahap tanggap darurat, Grab bekerja sama dengan Komunitas Postelsiar dan Digital Komdigi menyalurkan donasi senilai Rp250 juta.
Ini digunakan untuk mendistribusikan 250 paket sembako, 200 paket perlengkapan higienis, serta 200 paket kebutuhan keluarga berupa selimut, kasur lipat, dan obat-obatan.
Kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI difokuskan pada penyediaan peralatan kesehatan esensial guna memastikan layanan medis tetap berjalan di wilayah terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi empat unit genset 5 KVA, dua unit genset 8 KVA, 25 tempat tidur pasien, dan 50 unit laptop, yang akan ditempatkan di sejumlah puskesmas daerah terisolir di Tamiang dan Aceh Utara.
Baca Juga: Kasus Kuota Haji Bikin Mahfud Geleng-Geleng: Feeling Saya Nggak Pernah Salah.
Sementara itu, melalui kolaborasi dengan Save the Children, Grab menyalurkan bantuan berupa 200 paket makanan senilai Rp50 juta, serta dukungan pendanaan tunai sebesar Rp100 juta untuk memperkuat perlindungan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem Grab menjadi prioritas utama perusahaan.
“Bagi Grab, seluruh pihak dalam ekosistem kami—mulai dari grabbers, mitra pengemudi, mitra merchant, hingga masyarakat luas—adalah prioritas Utama," jelasnya.
Baca Juga: Dari Hobi ke Cuan! Fenomena Crochet di Kalangan Anak Muda yang Berubah Jadi Bisnis Baru
Disebutkan Neneng, berbagai inisiatif Grab menegaskan komitmen dan semangat gotong royong dan kepedulian bersama merupakan kunci untuk mempercepat pemulihan.
"Dan, memberi kekuatan bagi warga terdampak bencana untuk bangkit kembali di masa sulit ini," pungkas Neneng. ***
