POJOKSATU.id, CEO PSMS Medan, Arifuddin Maulana Basri menjawab tudingan soal manajemen belum menggaji pemain, yang diyakini mempengaruhi performa tim. Salah satunya, kalah dari PSPS Pekanbaru, Sabtu, 4 Januari 2024.
Ari-sapaan akrabnya, mengaku gaji pemain PSMS belum dibayar. Namun, tidak sampai tiga belum seperti yang ramai dirumorkan.
Hal itu disampaikan Ari saat diserbu suporter PSMS di depan Stadion Kaharuddin Nasution, usai laga PSPS vs PSMS.
Ya, fans Ayam Kinantan-julukan PSMS, jengah melihat PSMS yang membuang peluang untuk segera lolos ke 8 Besar Liga 2, setelah paceklik kemenangan di tiga laga terakhir (dua home dengan seri lawan Dejan FC, kalah lawan Persiraja, dan away kalah dari PSPS).
Alhasil, begitu rombongan manajemen keluar dari pintu stadion PSPS itu, sekelompok suporter menyerbu, bahkan meneriakkan 'PSMS Bodoh'.
Peristiwa itu terekam dari video yang diunggah oleh akun @psmsfansclub. Terlihat terlihat didampingi sang manajer, Saktiawan Sinaga. Dia memegang pengeras suara yang diberikan suporter untuk memberikan penjelasan soal kondisi tim.
Dalam penjelasannya ke suporter, menantu mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi itu, mengeluarkan beberapa pernyataan yang kontroversi.
Diantaranya, hal lumrah gaji pemain tertunggak di akhir tahun. Dia juga terkesan menyalahkan pemain, dengan membandingkan tim lain yang bermasalah dengan keuangan tapi pemainnya tetap semangat untuk menang.
Baca Juga: SSCASN BERAT, Update 65 Link Pengumuman CPNS 2024, Lengkap Alternatif Selain Laman SSCASN
"Kondisi finansial PSMS Medan, kalau soal gaji pemain katanya tidak dibayarkan sampai tiga bulan, bukan saya tidak mau menjawab a,b,c, d. Ini suatu hal yang lumrah setiap tahunnya di bulan 12. Karena ini perusahaan, di bulan 12 kita memang tidak mengeluarkan gaji setiap tahunnya," ujarnya.
Dia mengatakan persoalan gaji ini jadi ramai karena ada orang yang ingin mengambil alih PSMS.
"Karena saya melihat ada orang yang ingin mengambil PSMS Medan, tapi hari ini Silahkan ambil, dan tolong berbuat untuk PSMS," ujarnya.
"Kalau dibilang kalau dibayar gaji sampai berbulan-bulan itu fitnah tanyakan sama pemain," tukasnya.
Baca Juga: Honorer dan TKK Patut Waspada, Biarpun PPPK Paruh Waktu Tetap Ada Syaratnya, Simak Penjelasan Pemda
Namun, sedetik kemudian pernyataannya mengundang kontroversi. Karena, dia merasa butuh jaminan dari pemain yaitu lolos 8 Besar, jika nantinya melunasi tunggakan gaji itu.
"Hari ini, aku bilang sama pemain ini, kalau aku bayarkan gaji kalian tiga bulan langsung, sampai bulan dua, apa jaminan bagi pemain, bisakah kalian buktikan kita lolos sampai 8 besar," ucapnya.
"Aku enggak mau hancur sendiir, jangan sudah jatuh tertimpa tangga, aku melunasi gaji sampai tiga bulan selesai, pemain mulai cari-cari tim yang lain," sambungnya.
Suporter yang mendengarkan pun emosi dengan menyebut manajemen bodoh. Ari dan Saktiawan tak bisa berbuat apa-apa dengan umpatan suporter yang disampaikan di depan muka mereka.
Kemudian, Ari juga mengungkapkan pernyataan yang tak kalah kontroversi dengan menyeret Sriwijaya yang menang kemarin, dan membandingkan dengan skuat PSMS kalah meski sama-sama bermasalah dengan finansial.
Baca Juga: HARI INI! Pengumuman Hasil CPNS 2024, Begini Lho Cara Cek Kelulusannya, Perhatikan Kodenya!
"Hari ini Lillahi demi apapun, seluruh kekuatan aku yang aku punya aku serahkan ke PSMS. Kalau soal gaji, sudahlah, Sriwijaya jangankan gaji, DP belum terbayarkan, bisa menang 3-2," ungkapnya.
"Makanya kita tidak bisa saling menyalahkan, tapi kami tidak bisa mengatakan ini pembenaran dari kami. Silahkan kalian yang menilai, hari ini kata kuncinya kalau ada yang peduli dengan PSMS Medan, kita cari bersama, atyok kita duduk bersama-sama," tuturnya.
Ari mengatakan siap mundur dari sepak bola setelah ini. "Kalau aku lolos tak lolosnya PSMS Medan hari ini, selesainya aku di bola ini, kupastikan itu, tak perlu kalian usir aku, aku mungkin hari ini sampai di sini," ucapnya.
Seperti diketahui, nasib PSMS untuk lolos ke 8 Besar tergantung hasil laga Persikota vs PSKC Cimahi, sore ini. Hal itu terjadi, karena kalah 0-1 dari PSPS, Sabtu sore, 4 Januari 2025.
Baca Juga: Sosok Bripka Aditya Munartomo Rela Korban Nyawa Demi Orang Lain, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
Jika, PSKC menang, maka PSMS dipastikan tak punya peluang lolos 8 Besar, namun PSKC seri atau kalah, maka PSMS masih bisa lolos jika pada pertandingan terakhir lawan Sriwijaya FC, pekan depan, berakhir dengan kemenangan. ***
