POJOKSATU.ID, SUMUT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan jika debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada serentak 2024 dilakukan sebanyak 3 kali.
Debat perdana akan berlangsung pada Rabu (30/10/2024), di Hotel Grand Mercure, Kota Medan.
Komisioner KPU Sumut, Robby Efendy mengatakan, tema debat pertama pada Pilgub Sumut 2024 merupakan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat.
Robby Effendy menambahkan jika debat kali ini KPU Sumut menetapkan dua Subtema yaitu Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat. Masing-masing dibagi tiga poin debat yang sudah ditentukan penyelenggara.
Baca Juga: Wapada Potensi Hujan Lebat di Kawasan Bandung, Termasuk Banjir Rop di Pesisir Utara Jakarta
"Untuk Subtema Pelayanan Publik isu diangkat ada tiga poin yaitu pelayan ketersediaan kesehatan, ketersediaan fasilitas kesehatan (dokter di daerah, kesehatan, digitalisasi pelayanan)," ujar Robby, Selasa (22/10/2024).
Selanjutnya, kata Robby, Pelayanan Pendidikan (pemetaan angkat partisipasi pendidikan, pendidikan inklusi, digitalisasi pendidikan, ketersediaan guru tingkat daerah.
"Dan optimalisasi pelayanan administrasi birokrasi (digitalisasi dan efisiensi pengawasan, isu KKn/pungli, good government)," tambahnya.
Untuk Subtema Kesejahteraan Masyarakat isu yang diangkat berkait pengentasan kemiskinan (disparitas/kesenjangan antar wilayah, lapangan pekerjaan, pemberdayaan masyarakat desa/kota, gelandangan pengemis.
Baca Juga: Hati Kaesang Tak Kuat Sebagai Ayah Ketika Sang Putri Dihujat, Ada yang Doain Jelek Buat Bayi Saya
"Isu selanjutnya problematika sosial dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (narkotika, geng motor/begal, judi online, lalu dampak digitalisasi terhadap masyarakat (penguatan sektor informal, pemberdayaan ekonomi UMKM, pemutusan hubungan kerja," jelas Robby.
Sementara itu, Ketua KPU Sumut Agus Arifin mengatakan, pihaknya telah memutuskan tentang penetapan nama panelis debat terbuka pertama antar pasangan calon Pilgub Sumut 2024.
Adapun 9 nama panelis yang ditetapkan, adalah:
1. Dr. Nispul Khair, M.Ag.
2. Dr. Hatta Ridho, MSP.
3. Dadang Darmawan Pasaribu, S.Sos., M.Si.
Baca Juga: Promosikan Judi Online, Selebgram Ditangkap Polres Bogor, Ternyata Mahasiswi
4. Prof. Dr. Hisarma Saragih, M.Hum.
5. Dr. Mahmul Siregar, S.H., M.Hum.
6. dr. Moammar Andar Roemare Siregar, M.D.
7. Prof. Dr. Hasan Sazali, M.A.
Baca Juga: Eti Herawati Apresiasi Inovasi Pertanian Perkotaan di Kampung Mutiara Asri
8. Assoc Prof. Dr. Mujahiddin, S.Sos, MSP.
9. Dr. Zakaria Siregar, S.Sos., MSP.
Agus Arifin mengatakan, panelis Debat Publik atau Debat Terbuka Pertama berasal dari kalangan profesional, akademisi, tokoh masyarakat.
Panelis Debat Publik atau Debat Terbuka Pertama bertugas mempunyai integritas, jujur, dan simpatik, bersikap netral dan tidak memihak kepada Pasangan Calon dan/atau tim kampanye pasangan calon.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih Penghargaan Gold Kalimantan di ESG Nusantara 2024
"Panelis melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Diktum Ketiga selama pelaksanaan debat publik atau debat terbuka pertama dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2024," ujar Agus Arifin.
Hal itu sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Dalam debat, KPU akan mengundang para calon dan para pendukungnya. Meski begitu akan ada pembatasan untuk para pendukung yang akan berhadir.
Baca Juga: Profil Teguh Haryono, Cabup Bojonegoro Nomor Urut 01 Yang Naik Ke Panggung Debat Cawabup
"Nanti akan ada tiga kali debat. Tentu akan ada calon dan pendukung, tapi untuk teknis akan dibahas lebih lanjut," lanjut Robby.
Untuk debat calon Gubernur Sumut kedua akan berlangsung pada 6 November 2024 di di Hotel Santika Dyandra. Sementara untuk debat terakhir akan dilaksanakan pada 13 November 2204 di Hotel JW Marriot pada 13 November 2024.
Debat untuk mengedukasi masyarakat sebelum akan memilih calon Gubernur Sumatera Utara yang berlangsung pada 27 November 2024. Jadi ini sebagai edukasi kepada masyarakat sebagai acuan untuk memilih calon pemimpinnya. ***

