POJOKSATU.id, MEDAN-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menjadi ajang pembuktian bagi Ibrahim Sembiring, apakah bisa membawa cabang olahraga petanque Sumatera Utara (Sumut) bisa berprestasi seperti hoki.
Ibrahim Sembiring merupakan Pelatih Petanque Sumut untuk PON 2024. Namun, pria 44 tahun ini punya sejarah panjang dengan olahraga hoki.
Ya, Ibrahim Sembiring dulunya adalah atlet berprestasi cabang olagraga hoki. Bahkan, dirinya pernah membela Indonesia di ajang SEA Games sebanyak dua kali.
Perjalanan Ibrahim sampai ke petanque tak terlepas dari kisah menarik. Pasalnya, masa mudanya hanya ingin jadi jadi pesepakbola.
"Pertama saya atlet sepak bola masa SMP dan SMA, bercita-cita jadi pemain sepak bola," ujarnya, saat ditemui di Lapangan Petanque di Universitas Negeri Medan (Unimed), baru-baru ini.
Saking senangnya dengan dunia olahraga, alumni SMA Negeri 1 Binjai ini memilih melanjutkan pendidikannya ke Unimed. Pun, dia pernah masuk tim Indonesia Malaysia Thailand–Growth Triangle (IMT-GT) tim sepak bola Unimed.
Kemudian, saat itu direkrut oleh Ibrahim (nama serupa, saat ini Ketua Federasi Hoki Indonesia Sumut) untuk masuk tim hoki.
"Pada saat itu lagi kriris pemain, tidak ada pengembangan hoki, dibinalah di sini (Unimed)," sebutnya.
Untuk tim hoki putra Sumut kebanyakan direkrut dari pesepakbola dan putrinya dari atlet voli.
Baca Juga: Peduli Pendidikan, AQUA Tebar Beasiswa untuk Anak-anak Mitra UMKM Bogor dan Sukabumi
Dari pesepakbola beralih jadi atlet hoki dirasanya tidak sulit, melainkan hanya penyesuaian dari kaki ke tangan.
"Lamban laun saya bergabung ke Unimed Hockey Club," timpalnya.
Dari situ, pada tahun 1999, Ibrahim Sembiring ikut Kejurnas dan dipantau Pengurus Besar Hoki hingga dipilih masuk tim nasional.
"Berangkatlah saya. Ada sembilan kami pada saat itu atlet Sumut yang mewakili Indonesia pada SEA Games 1999 di Brunai Darussalam dan kami dapat perunggu, dengan hanya enam bulan Pelatnas," kenangnya.
Kemudian, pada tahun 2001, dia juga masuk Pelatnas Hoki dan memperkuat SEA Games. Sayangnya, saat itu Indonesia tidak berhasil meraih medali dari hoki.
Selepas itu, Ibrahim fokus menyelesaikan kuliah hingga ada Pra PON 2003 di Medan. Dia tidak bisa ikut karena batasan usia.
Dia memilih masuk jadi wasit hoki. "2004 PON Palembang saya jadi wasit hoki. Saya lah atlet dua kali main di SEA Games tak pernah main di PON," jelasnya.
Di PON Palembang, hoki Sumut meraih medali emas. Dan, itu tak terlepas dari andil Ibrahim Sembiring dan para eks atlet SEA Games. Mereka diminta membantu melatih agar atlet bisa cepat berkembang.
"Itu dulu pelatihnya kami, eks SEA Games disuruh melatih untuk cepat perkembangan. Untuk menuju PON Palembang, kami pelatih ada sembilan orang, hanya sekadar membantu. Atlet patungan untuk memberangkatkan kami untuk naik bus kesana (Palembang)," ujarnya.
Namun, 2004 terjadi masa kelam hoki. Dimana, terjadi duaslime kepengurusan dari pusat hingga daerah yang berimbas juga ke Ibrahim Sembiring.
"PON 2008 di Kalimatan, saya pelatih hoki, saya bangun hoki di Binjai. Akhirnya Binjai bisa juara 1 Kejurnas, akhirnya mau masuk TC Pra PON, anak-anak sudah tes darah, FHSI dibekukan tiba-tiba, anak kami bubar, atlet jadi korban," ungkapnya.
Meski begitu, hoki juga yang mengantarkannya jadi dosen di Unimed pada 2005. Dia diterima karena prestasi membela Indonesia di SEA Games.
Tapi, karena hoki sedang kisruh kala itu, dia memilih melanjutkan kuliah S2 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Tahun 2009 dia balik ke Sumut dan juga mengajar di STOK Bina Guna.
Pada 2014, Ibrahim akhirnya mengenal petanque dari temannya. Dia diajak ikut pelatihan.
Kemudian, bersama Abdul Hakim Siregar, dia menjadi kordinator petanque di Sumut.
"Awalnya saya enggak mau pelatihan untuk jadi pelatih, saya ambil wasit. Dapatlah saya nomor lima terbaik wasit petanque," ujarnya.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengadaan APD Covid-19 Dinkes Sumut, Eks Jubir Covid Sumut Resmi Ditahan
Saat itu, SEA Games 2011 di Palembang, cabor petanque sudah dipertandingkan. Namun, masih belum merata mengenal olahraga itu.
Akhirnya, Ibrahim mengembangkan petanque di Sumut. Dia melobi Liliana Pusa Sari untuk jadi Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Sumut.
"Saya bilang mau jadikan ibu Ketua Pengprov, saya bertanggung jawab mengangkat nama ibu dan petanque Sumut akan berprestasi," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (FJKR) Unimed ini.
Tahun 2015, Liliana Pusa Sari dilantik jadi Ketua FOPI Provinsi Sumut. Dan, Ibrahim jadi Sekretaris FOPI Sumut.
"Banyak saya bina di kampus. Dari Unimed, karena di sini tidak ada lapangan (awalnya), saya bawa ke STOK. Dari STOK akhirnya (petanque) berangkat eksebisi PON 2016 juga Pra PON," ujarnya.
Saat ini, kalau disuruh memilih hoki atau petanque, Ibrahim sudah lantang menjawab petanque.
"Saat ini petanque, kalau hoki hampir hanya tinggal kenangan," pungkas satu-satunya pelatih petanque level internasional di Sumut tersebut.
Seperti diketahui, Tim Petanque Sumut untuk PON 2024 menargetkan dua medali emas. Sumut akan berangkat ke Aceh pada 7 September 2024 dengan berkekuatan 20 atlet. ***

