POJOKSATU.id, MEDAN-Manajemen PSMS akuinya kesulitan mendapatkan sponsor tiap kali memulai kompetisi. Beberapa nama pengusaha sejatinya pernah menyatakan ingin mengelola tim Ayam Kinantan itu, diantaranya Putra Siregar dan Rizky Billar.

Ya, Rizky Billar dan Putra Siregar bahkan sempat bertemu dengan Pembina PSMS, Edy Rahmayadi pada 2021 yang saat itu masih menjadi gubernur Sumatera Utara.

Namun, setelahnya tidak pernah terdengar lagi kelanjutan rencana Rizky Billar dan Putra Siregar untuk membeli PSMS.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? CEO PSMS, Arifuddin Maulana Basri menjelaskan perihal masalah ini. Diia mengakui sempat bertemu Putra Siregar dua bulan lalu.

Baca Juga: Merasa Kurang Didukung Pemerintah, PSMS Berniat 'Berkandang' di Jakarta, Terhalang Restu Edy Rahmayadi

"Saya enggak kalau waktu kemarin Bang Putra Siregar dan Rizky Billar datang ke ayah (Edy Rahmayadi), karena saya belum di PSMS. Tapi sekitar dua bulan sebelum mulai liga, saya ada ketemu dengan Bang Putra," ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari YouTube Tommy Desky.

Menantu Edy Rahmayadi ini mengatakan bertemu dengan Putra Siregar di Medan. Dia mengatakan bahwa musim lalu, pengusaha gadget itu sejatinya turut membantu PSMS.

"kebetulan Bang Putra ada di Medan, saya sudah kenal lama, komunikasi sama Bang Putra, kebetulan musim lalu Bang Putra ada bantu kita support," sambungnya.

Baca Juga: Begini Aturan Baru Pendaftaran CPNS dan PPPK 2024, Perhatikan Syarat-syarat Berikut Ini

Dalam pertemuan itu, Ari mengajak Putra untuk membantu lebih PSMS. "Saya bilang Bang Putra, 'ayo bantu, Saya Ari welcome, dan ayah yakin welcome, kita putra daerah ayo kita majukan PSMS Medan'," ungkapnya.

Ari sempat berkelakar tentang Putra yang mengakusisi FC Bekasi City, karena Putra berdarah Batak dengan marga Siregar lebih baik membangun klub di Sumut.

"Kita bilang ngapain abang pegang Bekasi, Siregar enggak akan hilang," lanjutnya.

Ari sudah menjelaskan konsep Putra Siregar seandainya mau di PSMS bukan dengan jual beli klub. "Misalnya abang 15 (miliar) dari kami 15 (miliar) kita sharing (biaya permusim), yang penting PSMS enggak boleh hilang," tuturnya.

Baca Juga: Pecah Kongsi, Maharani Kemala Umumkan Mundur dari MSGLOW setelah 8 Tahun Membangun Usaha Bersama Shandy Purnamasari

Dia mengatakan Putra Siregar sepakat dengan konsep itu. "Bang Putra juga sepakat enggak ada cerita beli PSMS. Kalau ada yang mau mengurus PSMS dengan tulus, cuma-cuma pun dikasih sama ayah," jelasnya.

Namun, menurutnya Putra masih belum mau, karena ada kendala eksternal. "Dia kapok ngurusi bola, kalau tidak disupport pemerintah. (Putra menurut Ari bertanya) ada enggak jaminan PSMS bakal disuport sama pemerintah," bebernya.

"Saya bilang tentang itu saya tidak bisa menjanjikan, tapi kita berusaha sebaik mungkin bisa untuk pakai fasilitas yang ada. Itu jadi kendala di dia," tukasnya.

Seperti diketahui, manajemen PSMS merasa kurang didukung pemerintah. Karena belum mendapat izin pemakaian Stadion Teladan setelah PON 2024. Manajemen mengalami kerugian kalua harus main di Stadion Baharoeddin Siregar. ***