POJOKSATU.id, SEBANYAK lima pelajar Indonesia menorehkan prestasi gemilang di ajang debat tingkat dunia, World Schools Debating Championship (WSDC) di Belgrade, Serbia. Dimana, dua diantaranya berasal dari SMA Sutomo 1 Medan.

Pada kompetisi WSCD yang berlangsung pada 16-22 Juli 2024 dan diikuti 68 negara itu, Indonesia menyabet tiga penghargaan yaitu, Top Ten English as Foreign Language (EFL) Best Speaker, Honorable Mention (Octofinalist), dan Best EFL Team.

Kelima debaters atau siswa-siswi yang mewakili Indonesia dalam ajang WSDC adalah Bintang Putra Ari Ramadhan dari SMAS Al-Azhar Mandiri Palu, Carlsson Khovis dari SMAS Sutomo 1 Medan, Arilynn Wijaya dari SMAS Sutomo 1 Medan, Yvonne Ng dari SMA Maitreyawira Batam, dan Anya Krishna Rahardja dari SMA ACS Jakarta.

Baca Juga: Resale Value BMW Second Anjlok? Yakin Bukan cuma Mitos Mobil Eropa Second?

Kelima pelajar tersebut sebelumnya berasal dari pemenang ajang talenta National Schools Debating Championship (NSDC) 2023 yang diseleksi dan dibina oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek.

Carlsson Khovis, siswa SMA Sutomo 1 Medan meraih penghargaan individu Top Ten EFL Best Speaker. Dan, sebagai tim, Indonesia mendapatkan penghargaan Honorable Mention (Octofinalist) dan Best EFL Team.

Carlsson Khovis mengungkapkan bahwa konsistensi merupakan kunci utama dirinya bisa meraih penghargaan tersebut.

Baca Juga: Bikin Resah Warga, Konten Kreator Pamer Aurat Saat Live di TikTok, Kata Polisi Pelakunya Lagi Mabuk

“Jujur yang utama adalah konsistensi. Saya berusaha dengan gaya bicara yang konsisten dan sepertinya juri-juri WSDC menyukainya. Hal itu yang membuat skor saya stabil di WSDC sehingga dapat 10 besar EFL Best Speaker,” kata Carlsson.

Carlsson lanjut menjelaskan di ajang WSDC kali ini tim debat Indonesia harus melalui serangkaian tahapan lomba yang cukup menguras pikiran dan tenaga.

“Tantangannya ada di kekuatan mental karena WSDC ini ada delapan ronde yang dihadapi. Setiap rondenya memakan waktu satu setengah jam. Belum lagi kita harus persiapan juga. Tetapi saya dan teman-teman selalu semangat,” jelasnya.

Baca Juga: Mulai Tayang 1 Agustus, Prilly Latuconsina Ungkap Butuh Tiga Tahun untuk Membuat Film Dokumenter 'All Access To Rossa 25 Shining Years'

WSDC merupakan kompetisi debat tahunan yang mempertemukan tim debat jenjang Sekolah Menengah Atas seluruh dunia. Satu negara diwakili oleh satu tim yang terdiri atas 3 sampai 5 debaters. Tahun ini, University of Belgrade, Serbia menjadi menjadi tuan rumah WSDC.

Selama jalannya ajang WSDC, para siswa didampingi oleh Tim Pembina. Mereka adalah Rachmat Nurcahyo (Universitas Negeri Yogyakarta) sebagai manajer tim dan Tengku Omar Azfar Haqqani (Columbia University) sebagai coach. Indonesia juga mengirimkan juri dalam kompetisi ini, yakni Muhammad Batara Mulya (Universitas Bina Nusantara).

Sebagai informasi, tim debat Indonesia mengikuti delapan babak preliminary rounds dengan empat prepared motions, yaitu This House Supports strict state secularism in Western Liberal Democracies, This House Prefers A World where Truth and Reconciliation Commissions were established to deal with the aftermath of the Yugoslav Wars rather than the ICTY, This House Believes That major tourist destinations should significantly limit the number of tourists that can visit, dan This House Supports France's exit from West Africa.

Baca Juga: Berlatar Belakang Sekolah Musik, Putri Ariani Beberkan Alasannya Memilih Fakultas Hukum UGM

Selanjutnya, tim debat Indonesia mendapatkan 4 victory points dengan 13 ballots pada akhir babak preliminary rounds dan berhak melaju ke babak eliminasi double octofinals.

Di babak ini, Indonesia harus melawan tim Amerika Serikat yang menjadi juara tahun 2023. Dengan memperdebatkan mosi This House would put an upper age limit of 60 years old for individuals running for political office, Tim Indonesia menang telak 3-0 sebagai oposisi. Dengan kemenangan ini, Tim Indonesia melaju ke babak Octofinal.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan torehan prestasi yang diraih tim debat Indonesia.

Baca Juga: Istri Polisi Diduga Selingkuh dengan Anggota DPRD Terpilih Halmahera Barat, Polda Malut Segera Lakukan Gelar Perkara

Apalagi, pencapain tim debat Indonesia tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mendapatkan Honorable Mention (Partial Double Octofinalist).

Koordinator Pembina dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rachmat Nurcahyo menyampaikan Tim Debat Indonesia sudah berjuang secara maksimal untuk meraih prestasi di ajang WSDC 2024.

“WSDC tahun ini persaingannya sangat ketat karena diikuti oleh 68 negara. Kami bangga atas capaian dan kerja keras anak-anak. Kami juga bersyukur atas perhatian pemerintah yang mengembangkann talenta melalui Pusat Prestasi Nasional,” ungkapnya. ***