POJOKSATU.id, MEDAN-Profil Nil Maizar banyak dicari pecinta sepak bola di Sumatera Utara usai ditunjuk sebagai pelatih baru PSMS Medan untuk kompetisi Liga 2 Musim 2024/2025.

Posisi Nil Maizar sebagai pelatih baru PSMS Medan diumumkan lewat akun resmi klub berjuluk Ayam Kinantan itu, Sabtu, 15 Juni 2024.

"@coach_nil70 is Green #PSMSMedan #AyamKinantan," dmikian caption postingan akun PSMS dengan mengunggah foto Nil Maizar.

Dilansir dari Wikipedia, Kiprah Nil Maizar di kancah sepak bola tanah air cukup panjang. Sebelum menjadi pelatih PSMS Medan, pria kelahiran 1970 ini, menangani Persiba Balikapapan pada 2023 setelah didepak manajemen Dewa United pada 2022.

Baca Juga: Jadwal Euro Malam Ini 16 Juni, Lengkap Siaran Langsung TV: Belanda, Denmark dan Inggris

Nil Maizar lahir pada 2 Januari 1970 di Payukumbuh, Sumatera Barat. Dia tidak hanya dikenal sebagai mantan pesepakbola, pelatih, tapi juga politisi.

Dia menamatkan Pendidikan SD Negeri 4 Teladan Payakumbuh pada 1977-1983. Kemudian, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Payakumbuh perideo 1983-1986.

Kemudian masuk ke SMA Negeri 39 Jakarta dan lulus pada tahun 1989. Dia melanjutkan Pendidikan ke bangku perkuliahan di Universitas Ekasakti, Padang dan wisuda dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari pada tahun 1999.

Karir Sepak Bola

Nil Maizar mengenal si kulit bundar sejak berusia 10 tahun. Umur 16 tahun, dia bergabung dengan Diklat Padang, tetapi hanya setahun kemudian, ia terpilih ke Diklat Ragunan.

Baca Juga: Pendaftaran UMPTKIN DIPERPANJANG Hingga 18 Juni 2024 Pukul 15.00 WIB, Jadwal Lainnya Cek Disini, Manfaatkan Sisa Waktu!

Dia masuk tim nasional Indonesia Garuda II pada periode 1989-1991. Dia juga sempat merasakan magang di klub elite AC Sparta Praha di Republik Ceko pada 1990 selama enam bulan.

Setelah kembali dari Ceko, Nil memperkuat Semen Padang selama lima tahun dari 1992 hingga 1997. Bersama klub berjuluk Kabau Sirah, dia memenangi Piala Galatama pada 21 Juli 1992.

Namun, karirnya sebagai pesepakbola tak berlanjut, setelah pindah ke PSP Padang. Dua tahun di klub itu, dia memutuskan pensiun pada pada 1999.

Kiprah Kepelatihan

Dia memulai jadi asisten pelatih Semen Padang pada 2009 mendampingi Arcan Iurie di kompetisi yang saat itu masih Bernama Divisi Utama Liga Indonesia. Duet ini sukses membawa Semen Padang ke Liga Super Indonesia 2010-2011.

Baca Juga: Eks Gubernur DKI Ahok Respon Rencana PDIP Calonkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024

Kemudian, dia jadi pelatih kepala saat manajemen Semen Padang tak memperpanjang kontrak Arcan Iurie.

Karir Pelatih di Timnas Indonesia

Kesuksesan Nil di Semen Padang membawanya menjadi pelatih timnas Indonesia pada 13 April 2012. Dan, tidak lagi jadi pelatih Semen Padang.

Dia menangani timnas pertama kali di ajang Piala Internasional Palestina 2012 pada Mei 2012. Kemudian Piala AFF 2012 di Malaysia. Indonesia hanya berhasil menduduki peringkat ketiga Grup B dan gagal melaju ke fase berikutnya.

Pada awal Februari 2013, Nil Maizar terdepak dari jabatan pelatih timnas. Dia meneruskan karirnya sebagai pelatih klub dengan menangani Putra Samarinda dan berbagai klub lainnya, termasuk Dewa United, Persiba dan teranyar PSMS.

Baca Juga: Hasil Pertandingan EURO 2024 Semalam Grup A dan Grup B, Swiss Sikat Hungaria, Spanyol Hajar Kroasia, Italia Tekuk Albania, Klasemen Jadi Begini

Terjun ke Politik

Nil Maizar pernah maju sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 lewat Nasional Demokrat di daerah pemilihan Sumatera Barat II, namun gagal hingga dia kembali berkarir di sepak bola.

Lalu bagaimana karir Nil Maizar di PSMS Medan musim 2024/2025? Patut kita nantikan. ***