POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Bakal Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) Ivan Iskandar Batubara akan mendorong investasi Rp 10 triliun 3 tahun pertama jika terpilih jadi bupati.
Investasi Rp 10 triliun ini untuk menyiapkan lapangan kerja atau menggenjot sektor ekonomi.
Maksudnya Ivan Iskandar butuh sekitar 10 triliun untuk hitung-hitungan mengatasi pengangguran di Madina.
Dan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun untuk mengatasi pengangguran ini.
Ivan yang merupakan mantan Ketua Kadin Sumut dua periode ini menawarkan konsep Patujoloon Mandailing.
Dalam Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dengan Ivan Batubara di Adeeva Cafe, Selasa (21/5), Ivan membeberkan konsepnya membangun Madina.
Baca Juga: Netizen Kaget, Wina Natalia Resmi Menggugat Cerai Anji setelah 12 Tahun Menikah Tanpa Huru Hara
“Tiga tahun pertama kita dorong investasi Rp 10 triliun sehingga lapangan kerja tersedia. Kita juga harus siapkan pekerjanya,” ujar Ivan saat sesi diskusi.
Konsep yang akan dia bangun di Madina adalah masyarakat industri atau masyarakat yang memiliki mindset industri.
“Kita menyiapkan manusianya. Sehingga mampu merebut rezekinya secara sehat dan baik. Sehingga warga Madina ini bukan hanya punya kapasitas di Kabupaten Madina saja, tapi bisa untuk kelas dunia,” jelasnya.
Selain Sumber Daya Manusia (SDM), Ivan juga menyinggung soal dunia industri dan pendidikan yang harus link sehingga keluaran perguruan tinggi atau sekolah menjadi alumni yang tepat guna di masyarakat.
Baca Juga: Kunjungi Promedia, Pj Gubernur Sumsel Bahas Pentingnya Pembinaan Wartawan dan Lawan Berita Hoax
Ivan Jelaskan Konsep Patujoloon Mandailing
Ivan menawarkan konsep Patujoloon Mandailing Natal. Menurutnya Patujoloon adalah hata andung atau bukan kata yang dipakai sehari-hari.
Patujoloon Mandailing menurutnya bisa berarti baris terdepan dan bukan sekedar maju saja.
“Leluhur kita sudah menempatan Mandailing di depan, Mandailing bukan kaleng-kaleng. Banyak putra Mandailing dulu tampil di depan, banyak orang hebat dari Mandailing, Adam Malik Batubara, Jenderal Nasution (AH Nasution),” katanya.
Baca Juga: Hakim Agung Yulius Semangati Anak Pengungsi Banjir Bandang Sumbar Agar Tetap Semangat Belajar Quran
Menurutnya dalam 25 tahun Kabupaten Madina, dari data sekarang, kondisinya kurang menggembirakan. Karena saat ini Madina mengadopsi program atau politik 5 tahunan, bukan 25 tahunan.
"Harus dibangun dengan kesadaran kolektif, tidak dibangun dengan satu orang saja. Artinya semua yang berjiwa Mandailing harus ikut dalam proses mematangkan program Patujoloon Mandailing ini,” kata Ivan Iskandar Batubara seraya menyebut orang Mandailing banyak di Malaysia.
Hal yang mendasar dari Patujoloon Mandailing ini menurut Ivan dengan menyusun programnya. Menjadi Bupati Madina adalah sasaran antara, bukan tujuan utama dari Ivan Batubara.
“Program Patujoloon ini harus mengakar,” tegas Ivan Iskandar Batubara.
Ivan berencana akan menggandeng semua kalangan atau elemen masyarakat agar virus kemajuan atau virus Patujoloon Mandailing ini bisa menyebar di tengah masyarakat.***



