POJOKSATU.id, SUMUT - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekan seluruh kepala daerah untuk memantau dan melakukan intervensi terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan, dan sekaligus memastikan pasokan bahan pangan dalam kondisi aman dan harganya stabil.
Saat memimpin rapat Mendagri Tito Karnavian mengatakan, komoditas pangan yang menjadi perhatian adalah bawang merah yang naik di 314 Kabupaten/Kota dari 512 Kabupaten/Kota. Kemudian daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang putih.
“Ini terkait masalaah pakan (jagung) yang saat ini kita panen raya jagung, namun karena cuaca masih menunggu pengeringan agar bisa diditribusikan ke peternak, agar harga jagung dapat dikendalikan dan itu akan berimbas kepada harga telur ayam ras dan dading ayam ras,” kata Mendagri.
Selain itu, juga disampaikan, di beberapa daerah terjadi kenaikan bawang merah dan harga cabai, karena persolan pendistribusian.
Hal ini perlu kerja sama antardaerah untuk memasok dari daerah surplus ke daerah minus.
Karenanya para Kepala Daerah baik Bupati/Walikota dan Gubernur, serta stakeholder terkait, diharapkan untuk terus menjaga pergerakan harga-harga pangan.
“Setiap daerah cek, lakukan langkah-langkah sesuai problema masing-masing, bantu masyarakat untuk tidak kekurangan pangan dan harga terjangkau. Walau tingkat inflasi nasional pada angka relatif terkendali, yaitu 3,05% (y-on-y) namun harus diwaspadai, karena kenaikan dari bulan ke bulan (m-to-m) Februari – Maret 2024 masih sebesar 0,52%,” jelasnya
Terkait hal itu, Pj Gubernur Sumut Hassanudin menyatakan komitmennya untuk menjalankan arahan Mendagri tersebut.
“Kita siap menjalankan arahan Bapak Mendagri bagaimana menjaga pergerakan komoditas pangan, seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, telur dan daging ayam ras," kata Pj Gubernur Hassanudin, Senin (29/4/2024).
Baca Juga: Bencana Tanah Bergerak di Cianjur, Pj Gubernur Jawa Barat Minta PVMBG Segera Asesmen Lokasi
Menurutnya, dalam menjaga pergerakan komoditas pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah melakukan kerja sama anatar daerah, dengan cara menyuplai pasokan ke daerah-daerah defisit, dari daerah surplus.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan, secara nasional sebanyak 97 Kabupaten/Kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Baca Juga: Hanisah, Ratu Narkoba Asal Aceh dan 5 Terdakwa Lainnya Dituntut Hukuman Mati
Komoditas penyumbang utama IPH beradasarkan wilayah Sumatera pada minggu keempat April, di antaranya Bawang Merah dan Daging Ayam Ras. ***

