POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh menyebut menindak Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Kotanopan karena ada perintah Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh menyebut ada surat dari Bupati Madina terkait hasil rapat Forkopimda Madina tentang penertiban PETI di Kotanopan.

Diketahui, Senin (4/3/2024) lalu itu, Polres Mandailing Natal (Madina) mengamankan dua unit alat berat atau eskavator dari lokasi PETI Desa Sabadolok, Kecamatan Kotanopan, Madina.

Baca Juga: Terkait Komisi II DPR Sebut Adik Istri Bupati Madina Lolos PPPK 2023 Padahal Tak Pernah Honor, Ini Klarifikasi Pemkab Madina

Dan hingga saat ini Polres Madina mengaku masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus PETI di Kecamatan Kotanopan.

"Saya bersama tim penyidik saat ini terus melanjutkan penyelidikan terhadap kepemilikan dua eskavator itu. Dan hingga saat ini, eskavator tersebut masih berada di Mapolres Madina. Silahkan lihat saja," ungkap Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh didampingi Kasat Intelkam AKP Romi Manik dan Kasi Humas Polres Madina Ipda Bagus Seto, di hadapan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Madina yang diundang bersilaturahmi di Mapolres Madina, Senin (18/03/2024).

Dua unit eskavator ini, menurut Arie didapatkan di lokasi PETI di wilayah Kotanopan, Madina, beberapa waktu lalu.

Menurut Arie, hingga saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan. Namun, Arie meminta maaf karena dirinya tidak bisa membuka kepada media sudah sampai mana proses penyelidikan tersebut.

Baca Juga: Pastikan Lolos ke Senayan dengan Meraih 94.810 Suara di Dapil Jabar VII, Verrell Bramasta Ucapkan Terima Kasih

"Kami masih bekerja. Prosesnya nanti setelah selesai penyelidikan kami pasti panggil kawan-kawan wartawan kita buat pers rilisnya," tuturnya.

Arie juga menjelaskan, kronologi operasi PETI yang dilaksanakannya, Senin (04/03/2024) lalu itu berdasarkan perintah langsung dari Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.

Hal ini didasari adanya surat dari Bupati Madina terkait hasil rapat Forkopimda Madina tentang penertiban PETI di Kotanopan.

Baca Juga: Komisi II DPR Ungkap Nilai SKTT Peserta PPPK Madina 2023 Tenaga Guru Ternyata Dikasih Angka 1

"Pak Kapolda perintahkan saya untuk tindak lanjuti surat dari Bupati Madina. Saya siapkan tim untuk memantau kegiatan di Kotanopan. Begitu kita dapat informasi ada kegiatan, langsung saya ajak tim turun bersama Subdenpom," ungkapnya.

Dia pun menegaskan hingga saat ini, berdasarkan perintah dari Kapolda Sumut untuk menertibkan kegiatan ilegal.

Khususnya PETI yang sangat merugikan masyarakat jangka panjang. Maka itu, dia akan berusaha mengungkap dan menangkap siapa-siapa saja pelaku kegiatan ilegal tersebut.

Baca Juga: Rapat Komisi II DPR dengan Menpan RB Geger, Adik Istri Bupati Madina Tak Pernah Honor Malah Menang PPPK 2023 Tenaga Guru

Kemudian Arie juga menepis adanya isu bahwa dua unit eskavator yang ditahan di Mapolres Madina ini akan dilepaskan.

“Isu itu terserah saja. Lihat saja di belakang. Hingga saat ini eskavator masih terparkir rapi. Jadi, tidak benar kalau saya akan melepaskan eskavator tersebut, sebelum penyelidikan usai," pungkasnya.***