POJOKSATU.id, MEDAN - Sebanyak 395 personel dari Polri, TNI dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan diturunkan untuk mencegah kegiatan asmara subuh selama Ramadan 2024.

Hal itu merupakan salah satu antisipasi yang dilakukan Pemko Medan untuk kegiatan asmara subuh yang kerap terjadi selama puasa.

Selain bertentangan dengan ajaran agama Islam, kegiatan itu juga sangat mengganggu ketenangan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: IPW Laporkan Ganjar Pranowo ke KPK : Saya Tidak Pernah Terima Gratifikasi Seperti yang Dia Laporkan!

Tim selanjutnya akan diturunkan untuk mengawasi 7 lokasi di Kota Medan yang sering dijadikan lokasi asmara subuh tersebut.

“Pemantauan dan pencegahan asmara subuh merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap bulan suci Ramadhan tiba. Agar pelaksanaannya maksimal, tentunya harus direncanakan dengan baik,” ujar Setda Kota Medan HM Sofyan, Selasa (5/3/2024).

Dikatakan Sofyan, pemantauan dan pengawasan yang dilakukan selama ini terbukti mampu meminimalisir kegiatan asmara subuh.

Baca Juga: Setelah Mantan Kades Cikadu Di Bui Siapa Lagi Yang Bakal Menyusul, Kabarnya Ada Kades Pingsan Saat Diperiksa Kejaksaan

Selain mendukung kondusifitas, imbuhnya, juga sangat berdampak bagi masyarakat yang merasa lebih tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

“Saya berharap kegiatan pemantauan dan pencegahan asmara subuh ini segera disosialisasikan sehingga dapat diketahui masyarakat luas, sehingga mengurangi dari sekarang masyarakat yang ingin mencoba-coba melaksanakan asmara subuh," harapnya.

Baca Juga: Polres Simalungun Evakuasi Potongan Tubuh Manusia di Pinggiran Danau Toba, AKP Marolop Sinaga: Terseret Banjir Bandang

Dalam rapat tersebut, turut hadir Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Medan Subhan Fajri Harahap mengungkapkan, Tim Pemantauan dan Pencegahan Asmara Subuh akan diturunkan mulai awal hingga akhir bulan suci Ramadan 2024. ***