POJOKSATU.id, PALEMBANG-Skuat PSMS Medan optimis mengalahkan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu, 17 Desember 2023, pada laga terakhir babak penyisihan Grup 1.
Ya, PSMS Medan memang tak punya pilihan selain optimis. Karena kalah berarti harus kehilangan tiket 12 Besar Liga 2 musim ini.
Pasalnya, saat ini, PSMS ada di posisi tiga dengan 16 poin. Sedangkan, Sriwijaya FC di peringkat empat dengan 13 poin. Jika sampai kalah, maka tuan rumah dengan akan lolos.
Ini karena secara head to head, Sriwijaya unggul. Pada putaran I, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu mampu menahan PSMS Medan dengan skor 2-2. Oleh karena itu, menang atau seri adalah langkah aman bagi Rachmad Hidayat dkk.
Pelatih PSMS, Miftahudin Mukson menjelaskan sudah mempersiapkan timnya dengan baik.
"Pascapertandingan di Pakam (Stadion Baharoeddin Siregar), kami sudah mempersiapkan, sampai hari ini official training. Memang adaptasi cuaca yang sedang kita lakukan. Mudah-mudahan enggak jadi halangan bagi kita untuk menampilkan permainan terbaik," ungkapnya dalam konferensi pers pre-match, Sabtu, 16 Desember 2023.
Meski optimis, sejatinya PSMS harus berhadapan dengan fakta. Bahwa, hingga jelang laga terakhir putaran II, tak pernah sekalipun mampu mengalahkan tim luar Sumut.
Dari 11 laga dengan catatan 3 kali menang, 7 seri dan 1 kalah, semua kemenangan PSMS hanya dari PSDS Deliserdang dua kali dan Sada Sumut FC sekali.
Ditambah lagi, dua laga terakhir PSMS yang dilangsungkan di Stadion Baharoeddin Siregar, dituntaskan dengan sekali kalah (dari Semen Padang) dan sekali seri (PSPS), yang berujung amarah suporter.
Namun, Miftahudin memastikan melawan Sriwijaya, PSMS tidak dalam tekanan karena catatan tersebut.
"Sampai official training tadi kami tidak ada tekanan. Dalam sepak bola saya sebagai pelatih hanya bisa mengontrol permainan. Kalau masalah bagaimana hasil akhir nanti yang kerja keras yang menetukan," ungkapnya.
"Bismillah besok sore kita akan kerja keras lebih lagi, dengan pembelajaran di dua match sebelumnya," sambungnya.
Baca Juga: Kameramen Al Jazeera Tewas dalam Serangan Rudal Israel di Gaza Selatan
Miftahudin mengatakan skuat PSMS akan berusaha memberikan akhir yang apik untuk warga Medan.
"Besok kami berusaha menghadirkan happy ending di pertandingan terakhir di putaran kedua," tegasnya.
Dia juga ingin membuktikan PSMS tak bisa menang lawan tim luar Sumut hanyalah mitos.
"Kami sudah evaluasi, kami sudah melihat kedalaman Sriwijaya. Kami sudah berikan semua di latihan dan sudah sampaikan ke pemain. Mudah-mudahan hari minggu mitos itu terpecahkan," ungkapnya.
"Dan, saya harap kita jangan terbelenggu dengan mitos, pokoknya kerja keras di lapangan," tambahnya.
Baca Juga: Dikira Anggota Hamas, IDF Bunuh Tiga Sandera Sesama Warga Israel, Tentara Zionis Akui Keliru
Soal Sriwijaya yang kini di tangan pelatih baru, Henri Susilo, Miftah mengatakan sudah mengenal yang bersangkutan.
Dia menambahkan sejak tahun 2007 sudah bersama Henri di PON Kaltim dan membawa tim DKI Jakarta masuk final. Mereka juga pernah sama-sama melatih di tim Divisi I.
Diakuinya, kehadiran Hendri di tim Laskar Wong Kito membawa pengaruh positif dan itu menjadi catatan khusus baginya.
"Bang Henri hapal banget karakter saya, bang hendri pelatih senior yang bagus. Tapi untuk besok kita adu mekanik dulu," tegasnya.
Sementara itu, pemain PSMS Nico Malau berharap warga Medan mendoakan agar tim berjuluk Ayam Kinantan ini bisa meraih hasil positif.
"Kami berharap banyak doa dari masyarakat Medan supaya besok bisa meraih poin tiga," pungkasnya. ***

