POJOKSATU.id, MEDAN-Skuat PSMS Medan berhasil mempertahankan gelar juara turnamen Edy Rahmayadi Cup. Ini setelah menang tipis 1-0 atas Sada Sumut FC di Stadion Teladan Medan, Rabu malam, 16 Agustus 2023.

PSMS Medan mempertahankan predikat juara dua tahun berturut sejak 2022. Dimana, tahun lalu, lawannya juga sama Sada Sumut yang saat itu masih bernama Karo United juga dengan skor yang sama.

PSMS Medan sendiri menang dengan tidak mudah melawan Sada Sumut FC di partai final turnamen Edy Rahmayadi Cup 2023.

Satu-satunya gol PSMS dicetak oleh Putra Chaniago, dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Sada Sumut FC pada menit ke-48.

Baca Juga: Bali United Babak Belur di Liga Champions Asia, Persija Ikut Menangis

Pertandingan ini berlangsung sengit yang nyaris membuat pemain kedua tim adu fisik. Satu insiden juga jadi sorotan saat Direktur Utama PSMS Medan, Arie Maulana Basri, meringsek ke ruang ganti wasit sebagai bentuk protes atas insiden pelanggaran yang dialami pemainnya.

Menantu Edy Rahmayadi protes atas kepemimpian wasit Edy Sahputra, lalu masuk ke ruang ganti wasit pada jeda babak pertama.

Ulah Arie ini mendapat kritik Local General Coordinator (LGC) Pesta Lumbangaol turnamen tersebut.

"Jangan emosi kelen aja yang dibawa, aku pun bisa emosi. Atau kita hentikan saja laga ini. Saya punya hak untuk menghentikan laga ini," tukas Pesta.

Baca Juga: Cium Lady Nayoan di Publik, Rendy Kjaernett Janji Berusaha Membahagiakan Istrinya

Beruntung, ketegangan kedua pihak berhasil diredam setelah sejumlah panitia pertandingan dan pihak keamanan melerai keduanya.

Pesta mengingatkan apa yang dilakukan Arie tak boleh terjadi lagi, apalagi nanti di Liga 2. "Ini kan tidak boleh terjadi. Walaupun cuma turnamen tapi ini pembelajaran dalam persiapan menatap kompetisi resmi Liga 2 yang akan bergulir dalam waktu dekat," tegasnya.

Sementara itu, pelatih PSMS Medan, Ridwan Saragih mengapresiasi perjuangan timnya hingga menuntaskan laga dengan kemenagan.

"Puji syukur ke hadirat Allah Subhana Wa ta'la atas prestasi kita di Piala Edy Rahmayadi. Pemain saya sangat luar biasa dari persiapan hingga hari ini. Ada sejumlah pemain yang diistirahatkan, memberikan kesempatan pemain lain untuk main. Dan sejak awak kita menerapkan keyakinan harus juara," jelasnya kepada wartawan.

Baca Juga: Pep Guardiola Paling Sukses sebagai Pemain dan Pelatih, Lihat Daftar Gelarnya

Pelatih Sada Sumut FC, Suharto AD yang lagi-lagi membawa timnya sebagai runner up di turnamen ini, tetap mengapresiasi timnya.

Apalagi, tujuan utama timnya ikut untuk persiapan dan ajang evaluasi skuat Sada Sumut FC untuk Liga 2.

"Di turnamen Gubsu Cup ini kita dapat lawan yang sepadan, jadi kita bisa evaluasi. Saat ini kita masih tahap dua dalam schedule, persiapan khusus," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Edy Rahmayadi mengakui pertandingan final PSMS vs Sada Sumut berlangsung sengit.

Baca Juga: Kisah Hijrah Eks Bek Timnas dan PSMS Medan, Fadly Hariri : Ingat Ajal hingga Jadi Bos Showroom Mobil

“Dua-duanya tampil ngotot, tempo pertandingan yang cepat dan juga keras, tetapi memang seperti itu lah laga final, kedua tim mengeluarkan semua yang mereka bisa untuk menang,” ujarnya.

Tak hanya partai final, laga perebutan juara ketiga antara PSDS lawan Labura Hebat FC juga menarik. Dimana, PSDS berhasil mengalahkan Labura Hebat melalui adu penalti usai bermain imbang 2-2 di waktu normal.

“Laga kedua juga bagus, dan ini modal besar bagi keempat tim asal Sumut yang akan berkompetisi di Liga 2 dan Liga 3 karena memang inilah tujuan kompetisi pra musim ini,” jelas Edy Rahmayadi.

Baca Juga: Peristiwa Sepak Bola Gajah Jadi Titik Balik, Inilah Perjalanan Hijrah Mantan Gelandang PSMS Medan, Elina Soka

Dari turnamen ini, Edy berharap selain menjadi hiburan, kompetisi ini juga membantu menggairahkan ekonomi di Sumut terutama Medan.

“Antusias masyarakat kita luar biasa, stadion cukup penuh dan memang itu harapan kita, masyarakat terhibur dan ekonomi kita terdorong dengan kompetisi walau waktunya cukup singkat, 4 matchday,” kata Edy Rahmayadi.

Sebagai penutup turnamen, Edy Rahmayadi menyerahkan langsung piala serta hadiah sebesar Rp100 juta kepada PSMS, dan Rp75 juta kepada Sada Sumut. ***