POJOKSATU.id, SUMUT - Imbas kedatangannya membawa sejumlah prajurit ke Polrestabes Medan, Mayor Dedi Hasibuan akhirnya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Inf Rico J Siagian membenarkan bahwa Mayor Dedi Hasibuan sudah di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.
Bahkan Kepala Hukum Kodam (Kakudam) I Bukit Barisan Kolonel I Muhammad Irham Djannatung pun turut diperiksa Puspom TNI.
Sementara itu, 13 prajurit TNI yang ikut dengan Mayor Dedi mendatangi Polrestabes Medan juga ikut diperiksa oleh Pomdam I/Bukit Barisan.
Baca Juga: Rincian Formasi PPPK Kubu Raya 2023, Bupati Muda Mahendrawan Minta P3K Jangan Rendah Diri
Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono kembali menegaskan bahwa tidak akan ada impunitas dalam kasus Mayor Dedi Hasibuan yang menggeruduk Polrestabes Medan pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu.
Yudo mengatakan Dedi bergerak bukan atas nama Panglima Daerah Militer (Pangdam) Bukit Barisan ataupun institusi Komando Daerah Militer (Kodam).
Ia juga menegaskan telah memerintahkan Pangdam dan Komandan Pusat POM TNI untuk memeriksa Dedi.
Diketahui, upaya Mayor Dedi Hasibuan bersama puluhan prajurit TNI menggeruduk Polrestabes Medan berlangsung pada Sabtu, 5 Agustus 2023 lalu.
Baca Juga: 5 Tahun Jabar Juara, Gubernur Ridwan Kamil Kaji Rute Kereta Gantung
Saat itu Dedi meminta penyidik memberikan penangguhan penahanan terhadap ARH yang masih kerabatnya.
Bahkan Mayor Dedi Hasibuan terlibat perdebatan dengan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa.
Meski sempat memanas, polisi akhirnya melunak dan mengangguhkan penahanan terhadap tersangka, ARH. Pada Sabtu malam pihak penyidik terpaksa melepaskan ARH dari ruang tahanan Polrestabes Medan.
Kini penangguhan penahanan terhadap ARH telah ditindaklanjuti oleh pihak Polrestabes Medan.
Baca Juga: Luna Maya Sudah Berani Unggah Foto Bareng Maxime Bouttier, Banjir Doa Sampai ke Pelaminan
Karena tindakannya itu, Mayor Dedi Hasibuan tengah menjadi perhatian publik.
Mayor Dedi Hasibuan saat ini menjabat sebagai Penasihat Hukum Kodam I Bukit Barisan.
Adapun Kodam atau Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Otomatis, bisa dibilang bahwa wilayah kerja Dedi Hasibuan memiliki cakupan yang cukup luas.
Dedi datang ke Polrestabes Medan untuk menagih kejelasan proses hukum masalah pemalsuan surat keterangan tanah yang diduga dilakukan oleh ARH.
Baca Juga: Pelaku Begal yang Viral Dilawan Korbannya di Bandung Ternyata Ayah Anak, Keduanya Mabuk
Adapun ARH diduga ambil andil dalam pemalsuan sertifikat eks PTPN II. ARH dan Dedi Hasibuan disebut-sebut masih memiliki hubungan kekerabatan.
Mayor Dedi Hasibuan juga mengaku sempat menjadi Paspampres atau Pasukan Pengamanan Presiden.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi yang menyebut bahwa ARH dan Dedi Hasibuan bersaudara.
Baca Juga: Cara Cek Formasi CPNS dan PPPK 2023 Tanta Ribet
Dedi juga kebetulan ditunjuk sebagai kuasa hukum ARH yang saat itu ditahan oleh kepolisian. Tak heran bila Dedi tampak arogan dan mengintimidasi Kompol Fathir.
Bahkan Dedi sempat membentak kala Kompol Fathir memberikan penjelasan terkait kejelasan penahanan ARH.
Kini karena sikap arogannya terhadap penegak hukum, Dedi diperiksa Puspom TNI di Jakarta Pusat. ***

