POJOKSATU.id, SUMUT - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki jejak sejarah yang mendukung kemerdekaan bangsa ini.

Bahkan jejak sejarah tersebut dijadikan tempat wisata untuk mengenal rekam jejak para pahlawan Indonesia.

Salah satunya adalah rumah pengasingan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Rumah pengasinganya ini berada di dua tempat yang berbeda Kabupaten.

Yaitu rumah pengasingan di Berastagi Kabupaten Karo, dan Parapat di Kabupaten Toba.

Baca Juga: Terima Hadiah Gitar dari Aktor Ryan Gosling, Jimin BTS Janji Bakal Tonton Barbie The Movie

Berastagi menjadi tempat pengasingan Sukarno saat Belanda melakukan Agresi Militer II pada tahun 1984. Tepatnya Di Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo.

Selain Bung Karno, ada juga Sutan Sjahrir dan Haji Agus Salim yang ikut diasingkan di lokasi tersebut. Sekira 12 hari, ketiga bapak bangsa tersebut diasingkan di Berastagi.

Sayangnya rumah pengasingan di Bung Karno yang berada di Berastagi itu, kurang terawat. Bahkan saat ini di depan rumah itu sudah dibangun cafe dan supermarket modern.

Pada masa itu, setelah 12 hari, ketiganya kemudian diasingkan ke Parapat dengan alasan keamanan.

Baca Juga: Kronologi Sewa Menyewa Kabun Binatang Bandung, Dimulai Tahun 1970

Lokasi rumah pengasingan Bung Karno ini berada persis di tepi Danau Toba. Kini tempatnya menjadi lokasi wisata.

Pengunjung Rumah pengasingan bung Karno di Sumatera ini bisa menikmati indahnya pemandangan alam.

Meski begitu, ada 3 fakta menarik di rumah pengasingan Presiden Soekarno, yaitu:

1. Mengirim surat lewat paha ayam
Dua bulan pertama Soekarno diasingkan di Parapat, penjagaan begitu ketat lantaran Belanda takut akan terjadi kebocoran informasi kepada masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Bekasi Buka Kembali Wacana Relokasi Terminal ke Jatiasih

Setelah satu bulan, Soekarno meminta kepada pengawal Oppung Tindaon dan Buka Sinaga untuk dapat berkomunikasi dengan para Gerilyawan secara diam-diam.

Berdasarkan keterangan generasi ketiga dari Buka Sinaga, yang bernama Mangasi Sinaga menceritakan bahwa Soekarno minta dibawakan makanan paha ayam.

Setelah selesai, ia pun membersihkan tulang paha ayam tersebut.

Ternyata, cara ini merupakan taktik Soekarno untuk dapat menyelipkan surat di dalam potongan ayam tersebut yang kemudian disampaikan oleh pengawalnya kepada gerilyawan.

Baca Juga: Gugatan Panji Gumilang ke Ridwan Kamil, Sebut Gubernur Jabar Tergesa-gesa, In Materil Sebesar Rp 9 Trilliun

Tak hanya paha ayam, Soekarno juga diceritakan menyelipkan surat di batang sayur kangkung kepada gerilyawan untuk dapat terus berkomunikasi.

2. Ada Terowongan Sepanjang 3 Km
Rumah Pengasingan di Parapat ini ternyata menyimpan keunikan tersendiri yakni memiliki terowongan sepanjang 3 kilometer yang menuju ke perbatasan kota.

Terowongan ini dibuat oleh Belanda bersamaan dengan pembangunan rumah pengasingan pada tahun 1820. Diketahui, terowongan ini dijadikan Belanda untuk lokasi melarikan diri.

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Tetap Beroperasi dan Bisa Gratis, Tetap jadi Kawasan Konservasi

Namun, saat ini terowongan tersebut sudah ditutup lantaran tidak adanya oksigen dan juga pengaruh belerang dari gunung api di sekitaran Parapat.

3. Objek Wisata Sejarah
Rumah Pengasingan Soekarno yang unik dengan gaya arsitektur khas Eropa ternyata menjadi daya pikat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Para wisatawan biasanya berfoto di beberapa spot dengan menonjolkan kesan khas Belanda dan beberapa sudut peninggalan Bung Karno yang tak boleh terlewatkan untuk diabadikan saat berkunjung ke Rumah Pengasingan Soekarno.***

Baca Juga: Videonya Menghindari Anak Kecil Viral, Wonyoung IVE Dapat Kritikan Tajam dari Komunitas Kaum Ibu