POJOKSATU.ID - Nama Onadio Leonardo atau Onad kembali menghiasi lini masa media sosial dan headline berita hiburan tanah air.
Musisi sekaligus konten kreator itu diamankan Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.
Namun, ada yang menarik dari pernyataan resmi kepolisian.
Ia ditangkap bersama istrinya di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Pihak kepolisian menyebut bahwa Onad bukan pengedar atau pelaku utama, melainkan korban penyalahgunaan narkoba.
Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David menyebut, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi keterlibatan dalam jaringan peredaran.
"Yang bersangkutan dikategorikan sebagai korban,” ungkap , Jumat (31/10).
Kronologi Penangkapan Onad dan Istrinya
Penangkapan Onad berawal dari operasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, yang kemudian dikembangkan ke rumahnya di Ciputat.
Polisi mendapati satu plastik kecil berisi batang ganja, papir linting, sebuah kotak kecil, dan tiga ponsel yang disita sebagai barang bukti.
Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, membenarkan bahwa istri Onad, Beby Prisilla Gustiansyah, juga ikut diamankan.
“Benar, keduanya diamankan dan kini masih diperiksa intensif,” ujarnya dikutip dari Detik.com.
Penyidik juga menemukan indikasi penggunaan ekstasi. Namun, dari hasil olah TKP, barang tersebut diduga sudah habis digunakan sebelum penggerebekan dilakukan.
Netizen Bongkar Janji Lama Onad
Kabar penangkapan Onad langsung meledak di media sosial. Nama Onad masuk trending topic X (Twitter) dan Instagram tak lama setelah berita beredar.
Yang membuat netizen makin heboh, muncul kembali video lama Onad di mana ia mengaku sudah insyaf dari narkoba.
“Gue dulu pernah pakai, tapi udah berhenti."
"Gue takut ditangkap, dan gue mikir keluarga gue, terutama istri dan anak," kata Onad dalam video tersebut.
Baca Juga: Bersih-bersih Citarum: Warga dan Pemerintah Angkut Bertruk-truk Sampah, Sungai Kembali Mengalir
Sayangnya, video itu kini menjadi boomerang.
Banyak warganet menyindir pengakuan “tobat” Onad sebagai janji kosong.
“Katanya udah tobat, tapi kok balik lagi?” tulis salah satu komentar viral.
Sementara itu, sebagian netizen lain justru memberikan empati.
Baca Juga: Doakan Onad yang Tersandung Narkoba, Habib Jafar: Meski Beda Agama, Dia Tetep Saudara Gue
Mereka menilai bahwa Onad butuh rehabilitasi, bukan penghakiman publik.
“Kalau benar korban, semoga dapat rehabilitasi dan dukungan mental,” tulis akun lainnya.
Fenomena Artis dan Narkoba, Masalah yang Berulang
Kasus yang menimpa Onad menambah panjang daftar selebritas Indonesia yang terjerat narkoba.
Menurut data Tempo dan Liputan6, sepanjang 2024 terdapat lebih dari enam artis ditangkap karena kasus serupa.
Bahkan, Kapanlagi.com mencatat beberapa selebritas pernah lebih dari tiga kali terlibat kasus narkoba.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan industri hiburan sering kali menjadi pemicu utama penyalahgunaan.
BNN sendiri menyebut bahwa dunia hiburan termasuk sektor paling rentan terhadap narkoba.
Faktor gaya hidup, stres, dan tekanan sosial sering mendorong selebritas “lari” ke jalan yang salah.
Baca Juga: Pastikan SPMB Berjalan Lancar, Pilar Cek Kesiapan Infrastruktur Digital di Diskominfo Tangsel
Beberapa tokoh publik seperti Habib Jafar turut menanggapi kasus ini.
Ia menyampaikan pesan empati namun tetap menegaskan bahwa narkoba tidak bisa ditoleransi.
“Kita doakan semoga Onad bisa pulih dan benar-benar berhenti, tapi kasus ini juga jadi pengingat buat kita semua," ujar dia.
Kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil asesmen BNN untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca Juga: Tiga Tahun Buron, Terpidana Penipuan Tanah Senilai Rp5 Miliar Ditangkap Kejari Kabupaten Bogor
Apakah Onad akan menjalani rehabilitasi medis dan sosial, atau menghadapi proses hukum lanjutan.
Publik berharap kasus ini jadi titik balik bagi Onad. Meski sempat jatuh, ia diharapkan mampu bangkit dan kembali fokus pada keluarga serta karier musiknya.
Cermin untuk Dunia Hiburan
Kasus Onad menunjukkan bahwa gemerlap dunia hiburan tak selalu seindah yang terlihat di layar kaca.
Popularitas dan tekanan bisa membuat siapa pun kehilangan arah.
Kisah ini jadi peringatan keras bahwa narkoba tak mengenal status sosial, profesi, atau popularitas.
Dan bagi publik, ini saatnya berhenti menghakimi, karena di balik headline sensasional, selalu ada manusia yang sedang berjuang keluar dari gelap.***

