POJOKSATU.id - Produk skincare DNA salmon yang dipromosikan oleh Dr. Richard Lee terus menjadi sorotan setelah BPOM mencabut izin edar dan menyita 16 produk kecantikan yang dianggap bermasalah. BPOM menegaskan komitmen mereka untuk melindungi masyarakat dengan tindakan tegas terhadap pelanggaran ini.
“Kami sudah memanggil Dr. Richard Lee dua kali untuk memberikan penjelasan. Beliau menyatakan akan mengikuti keputusan yang ditetapkan BPOM,” ungkap perwakilan BPOM dalam konferensi pers terbaru.
Meski demikian, publik mempertanyakan langkah hukum yang akan diambil terhadap produk-produk bermasalah ini. BPOM mengonfirmasi bahwa penggunaan produk DNA salmon dari Dr. Richard Lee tengah diselidiki lebih lanjut, termasuk laporan efek samping yang dialami masyarakat.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Thailand di ASEAN Cup 2024: Ada Suphanat Mueanta - Teerasak Poeiphimai
“Kami tidak main-main. Segala aduan dari masyarakat terkait efek samping akan diproses. Saat ini, tim kami sedang menindaklanjutinya secara serius,” tambah perwakilan BPOM.
Selain itu, BPOM juga menyoroti peran influencer yang mempromosikan produk kecantikan. Program edukasi khusus akan digelar untuk memastikan influencer lebih bertanggung jawab dalam memasarkan produk.
“Kami ingin influencer tidak sekadar mempromosikan, tapi juga melindungi masyarakat dari produk yang berbahaya dan klaim berlebihan,” jelasnya.
Meski demikian, izin praktik klinik Dr. Richard Lee bukan di bawah kewenangan BPOM, melainkan menjadi domain Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Namun, jika ditemukan pelanggaran terkait praktiknya, langkah hukum lebih lanjut bisa saja diambil.
Baca Juga: Mabuk Dhani
Dalam konferensi pers tersebut, BPOM juga memberikan panduan kepada masyarakat untuk memilih produk kosmetik yang aman.
“Sebelum membeli, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa produk. Jangan tergoda harga murah atau klaim berlebihan yang sering dipromosikan di media sosial,” pesan mereka.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan, serta menjadi peringatan keras bagi influencer dan produsen agar tidak bermain-main dengan aturan hukum.
Publik kini menanti langkah lanjutan dari BPOM dan aparat hukum terkait kasus ini. Apakah Dr. Richard Lee akan menghadapi konsekuensi hukum lebih lanjut? Atau akankah kasus ini berakhir tanpa kejelasan?.***
