POJOKSATU.id, PENYANYI Rafael Tan menjadi sorotan belakangan ini, karena mengubah imej keren seorang member Boyband SMASH menjadi 'mamang' dengan konten kuliner, hingga dia dijuluki duta seblak.
Netizen menyukai konten seblak Rafael, karena lucu dengan bahasa Sunda. Dia juga berpakaian ala rumahan dan jauh dari style-nya di masa lalu saat di masa kejayaannya.
Banyak yang menertawakannya, dan menyebutnya berpura-pura jadi orang Sunda demi mencari follower dan viewers. Namun, ternyata dia memang orang Sunda.
Baca Juga: Rizky Billar Bikin Konten Titip Unta ke RT Tanpa Marah-marah, Sindir Dewi Perssik?
"Banyak yang bilang sudah enggak laku, maka begini. Emang gua orang Sunda orang Garut, asli Garut, Mama Papa asli lahir di Garut," ujarnya di Podcast Deddy Corbuzier, Selasa (11/7/2023).
Hanya saja, selama ini karena imej boyband, dirinya tidak menggunakan aksen Sunda tersebut. Pun, demikian, di rumah dia tetap berkomunikasi dengan keluarganya dengan bahasa daerah Sunda.
Lalu bagaimana dirinya bisa berpikir membuat konten seblak? Ternyata, semuanya berawal dari ketidaksengajaan.
Baca Juga: Sempat Takut Muncul di Publik, Rendy Kjaernett : Yang Buat Kesalahan Lebih Parah dari Gua Banyak
Karena, selama ini pria 37 tahun ini sudah pasrah dengan kepopulerannya yang terus menurun, sejak SMASH tak aktif lagi. "Ketidaksengajaan, aku sudah di tahap posting di sosial media sudah nyampah. Karena, gua sudah posting apa likes-nya dikit, viewer-nya dikit kayaknya gua bukan di sini (media sosial)," jelasnya.
Kemudian, tepatnya libur Lebaran tahun ini, dia pulang ke kampung ke Garut. Ketika malam, dia ingin memakan cemilan. Dia meminta adiknya memesan via online. Namun, yang tempat cemilan itu dijual tidak merespon.
Akhirnya, Rafael meminta adiknya memasak bahan makanan yang ada di rumah mereka. Saat itu yang ada hanya bakso aci dan kerupuk putih. Lalu, adiknya membuat seblak, dan Rafael memvideokannya.
Baca Juga: Go Public Nih? Jennie Blackpink Unggah Outfit Sama dengan Video Viral Kencan dengan V di Paris
Dia jujur, bahwa seblak Rafael yang ternama sekarang berkat ide adiknya. Dan, ketika seblak itu siap, videonya diunggah di media sosial miliknya dengan narasi bahasa Sunda.
Boom, meledak. Viewer video seblak yang dipostingnya ditonton 29 juta viewers.
Sejak itu, dia membuat video memasak seblak sendiri dengan resep cabai rawit, kencur dan bawang putih kemudian dicampurkan ke kerupuk putih yang sudah direbus.
Baca Juga: Sebelum Lepas Hijab, Nathalie Holscher Ijin ke Umi Pipik, Sambil Nangis Bilang Sudah Tidak Kuat Lagi
Namanya viral tak terbendung. Rafael lebih dikenal sebagai pemuda Sunda, yang berbaju santai kadang memakai sarung hingga dijuluki duta seblak.
Rafael mengatakan dirinya tak bisa menghindari ketika publik menilainya me-rebranding diri demi mencapai populeritas tersebut.
Tapi, dia memastikan, dirinya memang suka bercanda, bicara apa adanya. Teman-teman semasa sekolah dulu sangat paham Rafael yang saat ini adalah dirinya sebenarnya. Dan, imej sebagai boyband adalah bukan dirinya.
Baca Juga: Abidzar Alami Pelecehan dari Sesama Cowok, Pelakunya Ditemukan dari Rekaman CCTV
"Memang gitu dari dulu, orang baru yang lihat gua berpikir gua mengonsep atau manajemen gua yang me-rebranding jadi orang Sunda, bahkan katanya gua belajar Bahasa Sunda," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Rafael juga mengaku bisa bertahan hingga akhirnya banting stir jadi duta seblak, karena pertolongan Tuhan.
Tepatnya, saat pandemi, dia hampir patah semangat. Dia pernah jualan bakso aci tapi gagal. Beruntung, dia bangkit karena ditolong. "Gua benar ditangkap sama Tuhan, gua bertobat saat pandemi," sebutnya.
Dia mengaku sebagai penganut Protestan lalu sempat pindah ke Katolik. Sekarang, dia kembali menjadi Protestan. "Waktu gua ditangkap Tuhan, gua berkomitmen untuk dibaptis pada saat pandemi, makanya gua tetap bisa bertahan," pungkas Rafael Tan.***
